Kabupaten Bandung – Transformasi digital telah mengubah pola pemasaran dan pengembangan usaha di berbagai sektor. Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut mampu beradaptasi agar produk lokal tetap memiliki daya saing di pasar yang semakin kompetitif.

Menjawab tantangan tersebut, Saeful Bachri, tokoh muda Kabupaten Bandung sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Demokrat dari Daerah Pemilihan Jabar II, mendorong pelaku UMKM dan generasi muda untuk menguasai affiliate marketing sebagai strategi pemasaran modern yang efektif dalam memperluas pasar sekaligus memperkuat ekonomi digital daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Affiliate Marketing yang digelar di Graha Macan, Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan pelaku UMKM dan pemuda yang antusias mempelajari strategi pemasaran digital, pembuatan konten kreatif, hingga optimalisasi media sosial sebagai sarana meningkatkan penjualan produk.
Dalam sambutannya, Saeful Bachri menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi setiap pelaku usaha yang ingin bertahan dan berkembang di era ekonomi modern.
“Kegiatan affiliate marketing ini kami selenggarakan untuk membekali para pelaku UMKM dengan kemampuan pemasaran digital. Harapannya mereka mampu mengembangkan produknya, meningkatkan daya saing, sekaligus memperluas jangkauan pasar. Kini pemasaran tidak lagi hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga melalui media sosial, terutama TikTok,” ujar Saeful Bachri.
Ia menjelaskan, perubahan perilaku konsumen yang semakin dekat dengan platform digital membuka peluang besar bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang tinggi. Karena itu, peningkatan literasi digital menjadi salah satu kunci agar .produk-produk unggulan Kabupaten Bandung mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Pelatihan tersebut menghadirkan Bang Ohen, seorang praktisi sekaligus master affiliate marketing yang telah berpengalaman di bidang pemasaran digital.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai strategi membangun konten yang menarik, meningkatkan kepercayaan konsumen, memanfaatkan program afiliasi secara optimal, hingga menghasilkan pendapatan melalui platform digital.
Menurut Saeful Bachri, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi digital.
Kreativitas serta kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi diyakini mampu menjadi kekuatan baru untuk membantu pemasaran produk-produk UMKM.
“Kami mengundang Bang Ohen agar peserta mendapatkan pengalaman langsung dari praktisi.
Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya pelaku UMKM yang ingin berkembang di era digital,” katanya.
Ia berharap pelatihan ini menjadi langkah awal lahirnya semakin banyak pelaku UMKM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu meningkatkan kualitas pemasaran, memperluas akses pasar, serta menciptakan nilai tambah bagi produk-produk unggulan daerah.
Penguatan kapasitas UMKM melalui literasi digital dinilai sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas digital, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang mampu membuka peluang usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Salah seorang peserta mengaku memperoleh wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam mengembangkan usahanya.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pelaku UMKM muda.
Kami mendapatkan pengalaman baru tentang strategi affiliate marketing yang dapat membantu memperluas pemasaran produk melalui media sosial,” ujarnya.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, Saeful Bachri berharap semakin banyak pemuda dan pelaku UMKM di Kabupaten Bandung berani memanfaatkan peluang di sektor ekonomi digital.
Dengan penguasaan affiliate marketing, mereka diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas jaringan pemasaran, serta mengangkat produk-produk unggulan Kabupaten Bandung agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Pelatihan ini menjadi bukti bahwa investasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan pemuda dan pelaku UMKM, merupakan langkah strategis dalam membangun ekonomi daerah yang tangguh, inovatif, dan siap menghadapi tantangan di era digital.
Red.










