BATANG HARI — Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kabupaten Batang Hari menggelar prosesi pengukuhan anggota tetap pada Minggu (10/5/2026) di Pondok Pesantren Darusy Syafi’iyah, Kampung Pulau, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 63 santri resmi dikukuhkan menjadi anggota tetap Pagar Nusa. Prosesi pengambilan sumpah bai’at dipimpin langsung oleh KH Muhammad Danial selaku pengasuh Pondok Pesantren Darusy Syafi’iyah sekaligus Dewan Pembina PC Pagar Nusa Batang Hari.
Sebelum memimpin bai’at, KH Muhammad Danial berpesan kepada seluruh anggota yang baru dikukuhkan agar senantiasa menjaga nama baik organisasi dan berpegang teguh pada Prasetya Pagar Nusa. Menurutnya, di dalam tubuh Pagar Nusa terdapat ruh perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama yang juga merupakan tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pengkab Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Batang Hari, H Suhendri beserta Sekretaris IPSI Batang Hari, Andi Susanta. Hadir pula sejumlah tokoh lintas perguruan pencak silat seperti Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), IKS-PI Kera Sakti, Persinas ASAD, Budi Suci Melati, serta Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Kehadiran berbagai perguruan tersebut menambah semarak acara sekaligus menjadi cerminan guyub dan harmonisnya para pendekar pencak silat di Kabupaten Batang Hari.
Dalam sambutannya, Ketua IPSI Batang Hari berharap para anggota Pagar Nusa yang baru dikukuhkan dapat memegang teguh sumpah setia untuk menjadi benteng ulama, kiai, serta Ahlussunah wal Jamaah di tengah tantangan zaman. Ia juga berharap lahir atlet-atlet berprestasi dari Pagar Nusa yang mampu mengharumkan nama Batang Hari di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
“IPSI bersama KONI Batang Hari siap memberikan dukungan penuh kepada atlet-atlet pencak silat berprestasi hingga ke tingkat internasional,” ujarnya.
Selain jajaran IPSI Batang Hari, kegiatan tersebut juga dihadiri Kyai Agus Mujiburrohman selaku Dewan Khos Pagar Nusa Provinsi Jambi, KH Muhammad Farkhullah, serta sejumlah kiai pengasuh pondok pesantren di lingkungan Kabupaten Batang Hari.
Dalam sambutan penutupnya, KH Muhammad Fatkhullah atau yang akrab disapa Gus Fath menegaskan bahwa insan pencak silat harus terus menjaga nilai silaturahmi, tidak hanya antaranggota dalam satu organisasi, tetapi juga dengan seluruh pendekar lintas perguruan. Menurutnya, para pendiri perguruan pencak silat memiliki tujuan yang sama, yakni menjadikan pencak silat sebagai wadah untuk menghadirkan kedamaian di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia juga berharap dapat terlaksana latihan gabungan besar pencak silat se-Kabupaten Batang Hari yang dipelopori oleh IPSI Batang Hari.
Selain itu, Gus Fath berpesan kepada seluruh anggota Pagar Nusa, khususnya yang baru disahkan, agar senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama anggota, pelatih, dan para kiai melalui budaya sowan atau silaturahmi yang menjadi tradisi santri Pagar Nusa. Ia juga menegaskan komitmennya sebagai Ketua PW Pagar Nusa Provinsi Jambi untuk mendukung penuh prestasi-prestasi anggota Pagar Nusa di berbagai tingkatan.
@sam_subur










