Belitung – Tradisi adat istiadat dan budaya Belitung senantiasa dilestarikan bahkan pada moment yang telah ditetapkan waktunya selalu dilaksanakan ritual dan do’a yang berkaitan dengan maras taun.
Maras taun ini disetiap Desa di pulau Belitung selalu dilaksanakan untuk menjaga kelestarian tradisi dan budaya itu sendiri. Kali ini, warga Desa Mentigi Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung melaksanakan ritual maras taun yang telah berlangsung turun temurun.
Tradisi maras taun ini berlangsung meriah di kediaman dukun kampung, Mahsim yang juga wakil dari ketua kedukunan adat Belitung, Mukti Maharip, Rabu ( 20/5/26 ).
Turut hadir dalam acara maras taun ini yakni, Camat membalong, Kadispora Edi usdianto, Polsek setempat, Koramil setempat, para tokoh adat, tokoh agama, kades Mentigi, Hamdin serta warga setempat.
Ketua kedukunan adat se- Pulau Belitung, Mukti Maharip usai acara mengatakan, tradisi maras taun ini harus tetap dilestarikan secara turun temurun karena ini salah satu adat istiadat dan budaya Belitung, katanya .
Ia menjelaskan sekilas makna maras taun yang dilaksanakan setiap tahun di wilayah Kepulauan Belitung. Inti Maras taun ini sebut Mukti, minta do’a melalui ritual agar semua warga selalu sehat dan rukun termasuk alam sekitarnya agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan bagi semua warga, jelasnya.
Ia juga menyebut, makna maras taun bukan berarti harus panen padi, dengan alasan pada zaman dulu masih ada lahan yang belum digarap sehingga warga masih dapat menanam padi di ladang. Namun untuk saat ini dengan berkembangnya di bidang perkebunan sawit maupun pertanian, sudah jarang warga menanam padi walaupun memang masih ada, sebutnya
Makanan ciri khas maras taun sebut Mukti tidak terlepas dari makanan lepat ketan. Dalam acara ini dilakukan juga ritual pemberian tepung tawar dengan tujuan digunakan untuk semua jenis tanaman dengan harapan agar tanaman tumbuh subur dan berbuah lebat, ungkapnya.
Dengan tegas Mukti mengatakan, jika ada orang menyebut pelaksanaan tradisi maras taun harus diwarnai panen padi, itu bukan suatu keharusan karena inti Maras taun adalah mendoakan semua warga dan juga semua sumber penghasilan warga dan ini harus tetap dijaga dan dilestarikan, tegas Mukti .( MR ).















