Sabtu 16 Mei 202y
Jayapura,globalinvestigasinews.com – Rasa kagum dan apresiasi dari Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Papua, Yerri Basri Mak,SH.,MH, setelah mendengar dan melihat adanya timbal balik dari pengusaha tambang kepada warga kampung Rujah yang telah lama merindukan adanya wadah khusus berupa bangunan gereja sebagai tempat peribadatan akhirnya terjawab.
Kepada globalinvestigasinews.com pada Sabtu (16/5/26/, Yerri mengatakan bahwa hal yang diperlihatkan pak haji Muckthar kepada warga kampung Rujah adalah bentuk tanggung jawab, perhatian serta bentuk kesadaran diri. Ia juga berharap agar langkah serupa dapat dicontohi oleh semua para pengusaha tambang bukan saja di Jayapura dan sekitarnya melainkan di Papua secara keseluruhan.
” Jujur kami sangat kagum dan bangga atas kepedulian, perhatian dan sikap positif pak haji Muckthar kepada warga kampung Rujah yang telah bersedia membangun tempat ibadah berupa gereja bagi umat Tuhan disana. Ini luarbiasa kami sangat apresiasi, kami haturkan terima kasih banyak pak haji Muckthar dan kami doakan agar dari niat baik pak haji rezekinya bisa dilipatgandakan. Kami juga berharap dari sikap dan tindakan pak haji Muckthar dapat di ikuti oleh semua para pengusaha tambang bukan saja di Jayapura melainkan di Papua umumnya. Artinya, selain diberi izin kelola oleh masyarakat adat setempat tetapi harus sadar diri dan ingat untuk ada timbal balik seperti yang diperlihatkan oleh pak Muckthar,” tutur Aktivis Yerri.
Diwaktu yang sama David Tigabre warga kampung Rujah yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja turut beri komentar. Baginya kehadiran pak haji Muktar dikampungnya adalah karena keinginan warga dan panggilan yang disetujui oleh Tua-tua Adat atau Kepala Suku dan oleh kehadiran para pengusaha tambang khususnya pak haji Muckthar, memberikan perubahan yang signifikan.
David juga menyampaikan rasa terima kasih kepada sosok Muckthar atas dibangunnya tempat Ibadah menurutnya, gereja yang sekarang nampak didepan mata adalah pergumulan panjang yang dinanti semua warga kampung Rujah, maka dengan selesainya bangunan gereja tersebut umat Tuhan bisa beribadah memuji dan menyembah Tuhan dengan tenang nyaman dan damai.
” Pak haji Muckthar dimata kami adalah penyelamat. Beliau itu kami punya bapa, kami punya orangtua yang mengerti kami. Banyak hal yang ia lakukan untuk kami bukan saja gereja, pokonya banyak. Kami susah beliau bantu, kami punya anak-anak sekolah beliau perhatikan. Ini yang kami bilang pak haji Muckthar kami punya orang tua tidak boleh ada yang ganggu dia,” ungkap David jujur.
Ketua LSM WGAB menambahkan bahwa perhatian yang sama juga ditujukan kepada kampung-kampung lain seperti Malili, itu sebabnya dukungan masyarakat adat setempat pada sosok haji Muckthar dipertahankan, mengingat daerah yang boleh dikatakan terisolasi jauh dari keramaian kota nampak ada perubahan semua karena perhatian dan kepedulian para pengusaha tambang.
(Nando)










