Senin 11 Mei 2026
Jayapura, globalinvestigasinews.com – Apresiasi Ketua LSM WGAB Papua (Aktivis) Yerri Basri Mak, SH.,MH atas kinerja pihak Balai BPJN Papua yang dinilainya sangat cekatan dalam merespon suatu kejadian, dalam hal ini ruas jalan Trans Papua tepatnya di Kalimo Distrik Waris Kabupaten Keerom yang tadinya rusak parah karena longsor akibat hujan deras berturut-turut sudah bisa kembali dilalui. Ini membuktikan keseriusan Balai BPJN Papua dalam memikul tanggung jawab negara, kinerja dan dedikasinya tidak perlu diragukan lagi.
” Apresiasi saya yang setinggi-tingginya kepada pihak Balai BPJN XVIII Papua di Jayapura, khususnya kepada Kepala Balai Kepala Satuan Kerja (Kasat’ker), yang fokus kerjanya di ruas jalan Trans Papua, juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak ketiga (Kontraktor) yang turut andil dan bahu membahu mempercepat pelaksanaan jalan alternatif Trans Papua Kalimo yang rusak parah akibat hujan deras, saya kagum dan angkat jempol atas dedikasi kalian yang luarbiasa. Jujur, tadinya saya berpikir dengan melihat kerusakan yang terjadi akan butuh waktu berminggu-minggu untuk menyelesaikannya, tetapi faktanya saya salah. Hanya hitungan hari bukan minggu jalan tersebut sudah dilalui kembali, ini menakjubkan,” tutur Yerri kagum.
Kepada globalinvestigasinews com Senin(11/5/26), Yerri menyesalkan karena adanya pemberitaan media sebelumnya yang berturut-turut menyasar kinerja balai, mempertanyakan bakhti diri Kepala Balai, Kasat’ker, PPK serta Kontraktor Pelaksana yang mana dianggap sebagai yang paling bertanggung jawab pasca longsor jalan Kalimo ruas jalan Trans Papua tersebut serta dianggap tidak serius dalam mengemban tugas negara, padahal kenyataannya tidaklah demikian.
Usai informasi adanya bencana longsor di ruas jalan Kalimo diterima pihak balai, saat itu juga langsung direspon dan keesokan harinya semua konsentrasi balai tertuju kesana. Itu terbukti semua pejabat balai, mulai dari Ka’balai, Kasat’ker, PPK tiba dilokasi untuk meninjau kerusakan sekaligus mulai bekerja membangun alternatif jalan untuk dapat dilalui kembali dan hanya butuh empat hari jalan tersebut bisa difungsikan lagi, sungguh sebuah komitmen yang layak diberi penghargaan.
Yerri menambahkan kalau titik longsor jalan Kalimo adalah murni tanah padat, artinya tanah tersebut tidak ada bekas timbunan yang bisa memicu terjadinya kerusakan sehingga longsor atau patahan yang terlihat, jelas disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan berturut-turut menjadi faktor utama. Ia juga menyampaikan kalau banyak titik diruas jalan Trans Papua yang tanahnya labil dan sangat rentan terjadinya gesekan seperti halnya jalan Kalimo.
Maka untuk mengantisipasi hal itu pihak balai berkomitmen akan berupaya semaksimal mungkin agar kondisi tersebut tidak terulang kembali dan dengan solusi serta evaluasi yang matang, kedepan ruas jalan Trans Papua, jalan alternatif Kalimo Distrik Waris bisa dibuat lebih permanen demi menunjang aktivitas perekonomian warga, entah warga Keerom maupun yang melakukan perjalanan jauh ke kabupaten atau provinsi lain demi tujuan hidup.
Ketua LSM WGAB kembali berpesan dan berharap agar masyarakat sebelum menyebarkan informasi, harus didukung fakta-fakta atau setidaknya melihat langsung. Maksudnya yang berkaitan dengan pekerjaan penanganan longsor diruas jalan Kalimo/jalan Trans Papua Distrik Waris Kabupaten Keerom yang jadi fokus Balai BPJN Papua saat ini.
(Nando)










