Jembatan Darurat di Manggarai Timur Terancam Ambruk, Warga Minta Pemerintah Segera Bangun Akses Permanen
Manggarai Timur, 26 Juni 2026 – Kondisi jembatan darurat di Kampung Nangalok, Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan semakin memprihatinkan. Warga setempat khawatir jembatan yang dibangun secara swadaya tersebut akan ambruk karena terus dilintasi kendaraan, termasuk kendaraan roda empat bermuatan berat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jembatan darurat yang menjadi jalur alternatif pasca terputusnya akses utama akibat bencana alam pada 20 Mei 2026 itu mengalami kerusakan dan harus diperbaiki hampir setiap hari oleh warga.
Salah seorang warga yang ditemui di lokasi dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan masyarakat telah berupaya mempertahankan fungsi jembatan dengan melakukan perbaikan secara mandiri. Namun, kondisi konstruksi dinilai tidak lagi mampu menahan beban kendaraan yang terus melintas.
«”Setiap hari kami memperbaiki jembatan ini. Kami membangunnya secara swadaya, tetapi jika terus dilintasi kendaraan, terutama yang bermuatan berat, kami khawatir dalam beberapa hari ke depan jembatan ini akan putus total,” ujarnya.»
Menurut warga, apabila jembatan darurat tersebut ambruk dan akses alternatif ditutup oleh pemilik lahan, maka jalur penghubung akan terputus sehingga berdampak pada aktivitas masyarakat dan distribusi barang.
Warga menilai hingga lebih dari satu bulan sejak bencana terjadi, belum terlihat penanganan permanen terhadap infrastruktur yang rusak. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret mengingat ruas jalan Pota–Riung merupakan salah satu jalur penting yang menunjang mobilitas dan aktivitas perekonomian masyarakat.
Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta perhatian pemerintah, termasuk Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden Republik Indonesia, serta kementerian yang membidangi pembangunan infrastruktur, agar segera membangun jembatan permanen atau minimal jembatan sementara yang lebih layak di lokasi tersebut.
Warga berharap penanganan dapat segera dilakukan agar akses transportasi kembali normal dan roda perekonomian masyarakat tidak terganggu akibat terputusnya jalur penghubung tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai rencana penanganan pembangunan jembatan di lokasi tersebut.











