Muara Enim, 17 Juli 2026 – Dugaan pembuangan sampah secara sembarangan di bantaran Sungai Batang Hari Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, menjadi perhatian masyarakat. Di lokasi tersebut ditemukan tumpukan sampah yang didominasi limbah organik, termasuk potongan rambut yang diduga berasal dari aktivitas usaha, serta berbagai jenis sampah lainnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan sampah berada di sekitar area yang berdekatan dengan jalur pipa gas aktif dan struktur jembatan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai risiko terhadap keselamatan masyarakat maupun lingkungan apabila tidak segera ditangani.
Sejumlah warga mengungkapkan kekhawatiran bahwa apabila sampah, terutama yang mudah terbakar atau menghasilkan gas dari proses pembusukan, terbakar akibat aktivitas tertentu, maka berpotensi membahayakan fasilitas pipa gas yang berada di sekitar lokasi. Mereka berharap instansi terkait segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi objek vital tersebut tetap aman.
Selain itu, kondisi struktur besi jembatan di sekitar lokasi juga disebut mulai mengalami korosi. Warga menilai kelembapan yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah berpotensi mempercepat proses karat pada bagian konstruksi jembatan. Oleh karena itu, mereka meminta dilakukan pemeriksaan teknis guna memastikan kelayakan dan keamanan jembatan bagi pengguna jalan.
Dari sisi lingkungan, keberadaan limbah organik maupun potongan rambut yang dibuang ke bantaran sungai dinilai berpotensi mencemari lingkungan serta mengganggu ekosistem perairan. Apabila terbukti berasal dari aktivitas usaha atau pasar, maka penanganannya perlu mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim segera melakukan inspeksi dan penelusuran terhadap dugaan pembuangan limbah tersebut. Pemeriksaan diharapkan dapat mengungkap sumber sampah sekaligus menentukan langkah penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat juga meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) atau UPTD yang membidangi pengelolaan jembatan segera melakukan audit teknis terhadap kondisi struktur jembatan guna memastikan tidak terjadi penurunan kekuatan konstruksi.
Di sisi lain, operator pipa gas yang mengelola jaringan di kawasan tersebut diharapkan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jalur pipa sebagai langkah antisipasi demi menjaga keamanan objek vital nasional.
Selain itu, Camat, Kepala Desa, serta aparat terkait diharapkan meningkatkan pengawasan dan memberikan edukasi kepada masyarakat maupun pelaku usaha agar tidak membuang sampah sembarangan di sekitar bantaran sungai dan fasilitas umum.
Hingga berita ini diterbitkan, Global Investigasi News masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim, Dinas Pekerjaan Umum, operator pipa gas, serta pemerintah kecamatan dan desa setempat terkait tindak lanjut atas temuan tersebut.
Apabila telah diperoleh tanggapan resmi, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari asas keberimbangan sesuai Kode Etik Jurnalistik.










