KENDAL– GLOBALNNESTIGASI GINEWS Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat. Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan “Sosialisasi dan Rembuk Stunting Desa Ngerjo” yang diselenggarakan di Balai Desa Ngerjo, Kecamatan RInginarum, Kabupaten Kendal Pada, Hari Senin, ( 29/06/2026)
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat , Ringinarum Kepala Desa Ngerjo beserta perangkat desa, Pendamping Desa Kecamatan Ringinarum , bidan desa, kader kesehatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta DPD berbagai unsur masyarakat lainnya.
Acara diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh peserta. Suasana berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap bangsa sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Setelah itu, Kepala Desa Ngerjo , Bapak Isnaini Anas menyampaikan sambutan sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan stunting. Menurutnya, upaya menurunkan angka stunting memerlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Camat Ringinarum, yang sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa pencegahan stunting harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi penerus bangsa.
Beliau juga menyampaikan bahwa pemenuhan gizi, kesehatan ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang anak perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang baik antara seluruh pihak, target penurunan stunting di tingkat desa diharapkan dapat tercapai secara optimal.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung program-program yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga kualitas kesehatan masyarakatnya.
Materi utama kemudian disampaikan oleh Bapak.
Ali Sopian ( Sekdes) yang memberikan sosialisasi mengenai stunting, faktor penyebabnya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh keluarga dan masyarakat.
Peserta memperoleh berbagai informasi terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang jumlah anak. 13 Materi tersebut sampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat memahami isu stunting secara lebih mendalam.
Memasuki sesi rembuk stunting, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, masukan, serta berbagai kendala yang masih dihadapi dalam upaya pencegahan stunting di lingkungan masing-masing. Diskusi berlangsung aktif dan melibatkan berbagai unsur yang hadir.
( Affa )










