Batang Hari, 26/04/2026 Globalinvestigasinews.com
Aksi arogan sopir armada minyak ilegal milik Sitanggang kejar wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalis Wan Subur Kepala Biro Batang Hari, kejadian ini bermula ketika awak media ini mengetahui armada jenis truck ( Colt Diesel ) bak truck berwarna biru melintas dan di duga kuat sedang membawa minyak ilegal dari kawasan Bungku pada pukul 16.00 wib, 26/04/2026.
Ketika awak media ini coba menghentikan mobil, seketika mobil berhenti dan sopir keluar dengan membawa sebilah besi serta mengejar wartawan yang akan meliput, dan sempat terjatuh, beruntung ketika besi yang di ayunkan yang di arahkan ke kepala wartawan, salah seorang rekanya sempat memegang besi dan coba menahan dan menangkis serangan sopir Koboy milik Sitanggang.
Hasil investigasi di lapangan di ketahui minyak ilegal yang di bawa di duga kuat dalam penguasaan salah seorang Oknum anggota Kodam berinisial D yang masih aktif berdinas.
Ketika wartawan mencoba kembali untuk meliput dan berada di lokasi kejadian, saat itu sudah berkumpul massa yang di duga warga setempat.
Sehari sebelum kejadian, saat Kaperwil media ini meminta izin kepada kepala desa Unit 15 Bahar, pihaknya menyatakan tidak mengizinkan siapapun selain warganya untuk berada di wilayahnya untuk beraktifitas yang berhubungan dengan tambang illegal, ketika di tanyakan kepada kepala desa terkait meminta izin dan menyampaikan maksud dan tujuannya untuk menjalankan tugas jurnalis kepala desa juga tidak mengizinkan, ” mau wartawan, LSM atau siapapun tidak di izinkan,” jelas Kades unit 15 Bahar.
Menurut Kepala Desa bahwa di desa tersebut sudah ada dari pemuda yang berjaga di portal untuk mengutip setoran dari para sopir armada, artinya di sini jelas dugaan kuat kepala desa mengizinkan pungutan yang berasal dari ilegal Driling .
(Bersambung)
Nendi_globalinewsjambi









