Kabupaten Bandung — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung terus menguatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui pendekatan inovatif berbasis seni dan budaya. Strategi ini dinilai mampu menghadirkan edukasi lingkungan yang lebih efektif, kreatif, dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan dalam kegiatan budaya dan olahraga yang digelar di Kecamatan Solokan Jeruk pada Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan edukasi yang menekankan pentingnya kedisiplinan dalam mengelola sampah, mulai dari tingkat individu, keluarga, hingga komunitas.
Pendekatan budaya dipilih karena mampu menyampaikan pesan lingkungan secara lebih humanis dan mudah diterima, khususnya oleh generasi muda.
Melalui seni dan aktivitas kolektif, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan secara lebih mendalam dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Humaira Zahrotun Noor, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Reni Rahayu Fauzi, Anggota DPRD Dudi Mustopa, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur Forkopimcam Solokan Jeruk.
Kepala DLH Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi oleh perwakilan DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Pendekatan budaya terbukti efektif sebagai sarana edukasi, khususnya bagi generasi muda, untuk mencintai lingkungan sekaligus menerapkan pola hidup sehat dan disiplin,” ujarnya.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Melalui ekspresi seni dan simbol budaya, pesan-pesan pengelolaan sampah dapat disampaikan secara lebih kuat dan membekas.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembentukan karakter disiplin dalam pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran diri.
Hal tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial semata, tetapi mampu menanamkan nilai-nilai positif yang berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi pengelolaan lingkungan di Kabupaten Bandung,” pungkasnya.









