Simalungun , Sumut. 23/04/2026 global investigasi news…Pemberitaan yang menyebut adanya praktik pungutan liar (pungli) dalam kegiatan Pentas Seni Siswa (Pensi) di SMAN 1 Dolok Batunanggar dinilai tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Perlu ditegaskan bahwa kegiatan Pentas Seni Siswa (Pensi) tersebut memang benar dilaksanakan dalam rangka pelepasan siswa kelas XII yang telah menyelesaikan ujian akhir. Acara tersebut digelar pada Kamis, 16 April 2026, bertempat di halaman sekolah SMAN 1 Dolok Batu Nanggar.
Namun demikian, tudingan yang menyebut adanya pungli oleh pihak sekolah tidak berdasar. Faktanya, kegiatan tersebut merupakan inisiatif murni para siswa kelas XII yang ingin menjadikan momen perpisahan mereka lebih berkesan dan menjadi kenangan indah di masa depan.
Para siswa berinisiatif membuat acara pelepasan tersebut lebih meriah, terutama dari sisi dokumentasi dan tampilan acara. Untuk itu, mereka sepakat melakukan beberapa kegiatan tambahan seperti menyewa fotografer profesional agar dokumentasi kegiatan terlihat lebih menarik dan hidup, serta membuat selempang (name sash) yang memuat nama masing-masing siswa sebagai kenang-kenangan bahwa mereka adalah alumni SMAN 1 Dolok Batunanggar.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, para siswa secara sukarela mengumpulkan dana tambahan sebesar Rp35.000 per siswa. Dana tersebut digunakan semata-mata untuk kepentingan dokumentasi acara dan pembuatan selempang nama.
Penting untuk ditegaskan bahwa Kepala Sekolah maupun Komite Sekolah tidak terlibat dalam pengumpulan dana tersebut. Pengumpulan dana dilakukan sepenuhnya oleh para siswa sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk menyukseskan acara yang mereka gagas sendiri.
Hal ini juga dibenarkan oleh salah seorang siswa kelas XII yang menyatakan bahwa pengumpulan dana tersebut merupakan hasil kesepakatan siswa agar acara perpisahan mereka memiliki dokumentasi yang baik serta menjadi kenangan yang indah di masa mendatang.
Dengan demikian, tudingan yang menyebut adanya pungutan liar berkedok kegiatan Pentas Seni adalah tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan publik. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kreativitas dan kebersamaan para siswa dalam menutup masa pendidikan mereka di sekolah dengan kenangan yang positif.
Pihak sekolah berharap agar setiap informasi yang beredar di ruang publik dapat disampaikan secara berimbang, akurat, dan berdasarkan fakta, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. (Tim)…









