Subulussalam — 21 April 2026
Globalinvestigasinews
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda dari Kabupaten Aceh Singkil.

Sazqia Amanda, putri dari Camat Kuala Baru Mansurdin. SE, berhasil menuntaskan setoran hafalan 30 juz Al-Qur’an hanya dalam waktu 1×24 jam atau satu hari satu malam.
Pencapaian luar biasa tersebut disampaikan dalam acara wisuda santri dan santriwati Pondok Pesantren Terpadu Raudhatul Jannah Kota Subulussalam, Senin 20 April 2026, Lalu Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 63 santri dari angkatan ke-XIV resmi diwisuda.
Direktur Tahfiz Qur’an Pondok Pesantren Raudhatul Jannah, Ustazah Mardiati, menjelaskan bahwa dari total peserta wisuda, sebanyak 19 santri merupakan program tahfiz Al-Qur’an.
Namun, prestasi Sazqia menjadi yang paling menonjol.
“Selama enam tahun terakhir, baru tahun ini ada santri yang mampu menyetorkan hafalan 30 juz dalam waktu 1×24 jam. Ini pencapaian yang luar biasa,” ujar Mardiati.
Ia menambahkan, selama proses tasmi’ Al-Qur’an yang berlangsung pada Minggu 19 April 2026, lalu Sazqia hanya beristirahat saat waktu salat dan makan. Dalam tempo sekitar 12 jam efektif, seluruh hafalan 30 juz berhasil disetorkan kepada guru pembimbing.
Atas prestasinya tersebut, Sazqia Amanda juga dinobatkan sebagai alumni terbaik Tahfiz Qur’an tahun 2026.
Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Jannah, Abuya Amrullah, turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh santri yang diwisuda, khususnya kepada Sazqia.
“Setoran hafalan 30 juz dalam waktu singkat ini adalah prestasi luar biasa. Ini menunjukkan dedikasi, kedisiplinan, dan kekuatan mental yang tinggi,” ungkapnya.
Sebagai bentuk penghargaan, pihak pesantren bersama mitra memberikan apresiasi berupa pembukaan rekening Ongkos Naik Haji (ONH) secara gratis serta voucher senilai Rp 500 ribu dari Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Meulaboh yang turut hadir dalam acara tersebut.
Amrullah juga berharap para lulusan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh serta terus menjaga hafalan Al-Qur’an yang telah diraih.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa dari 63 santri yang diwisuda, sebanyak 43 di antaranya telah diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama, seperti UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Imam Bonjol Padang, serta perguruan tinggi di Jakarta, Yogyakarta, dan Medan.
Sazqia Amanda, yang lahir pada 12 November 2007, merupakan alumni MIN Pasar Singkil. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan studi di Pondok Pesantren Raudhatul Jannah selama tiga tahun setingkat MTs, sebelum mendalami program Tahfiz Qur’an selama tiga tahun berikutnya di pesantren yang sama.
Menariknya, Sazqia bukan satu-satunya hafiz dalam keluarganya. Dua kakaknya, Sri Suryani Ningsih dan Aisyah Hafitdz, juga merupakan hafizah 30 juz dan alumni dari pesantren yang sama.
Sementara itu, sang ayah, Mansurdin, mengaku haru dan bangga atas capaian ketiga putrinya.
“Saya sangat bersyukur dan bangga.
Ini adalah amanah besar dari Allah. Semoga saya mampu menjaga dan membimbing mereka dengan baik,” ujarnya kepada awak media, pada Selasa (21/04/26).(*)
Htb









