Batang Hari, 21 April 2026 Globalinvestigasinews.com
Maraknya aktifitas penambangan minyak illegal wilayah pengeboran di 33,51, Sialang, Durenan, Heliped, dan Jengkolan yang berada di Desa Bungku Kec. Bajubang kab. Batang hari sangat merugikan masyarakat setempat, pasalnya selama aktifitas Tambang Illegal hanya sebagian kecil yang bisa di rasakan masyarakat, padahal lalu lalang armada minyak mentah yang keluar dari tambang ratusan armada dalam sehari.
Berdasarkan hasil investigasi awak media ini bahwa adanya pungutan pungutan melalui portal portal yang mengatasnamakan untuk kemajuan desa atau kontribusi untuk desa, ” Ratusan armada setiap hari melintas, hanya segelintir yang armada yang tau dengan kebutuhan masyarakat, padahal perarmada ada pungutan terkecil 100 ribu sampai 500 ribu, kalikan saja berapa uang yang masuk dalam sehari,” tutur tokoh masyarakat yang tak mau di sebutkan namanya.
Berdasarkan sumber informasi di lapangan bahwa portal portal itu di kuasai oleh salah seorang berinisial “U” selaku ketua RT 29, dan di duga Dianya selaku kordinator dari portal diantaranya, portal RT, 29, RT, 31, 19, dan Portal 28. Selain itu ada portal bukit 12 yang di pegang oleh inisial “H” dan “B” dan diketahui mereka berdua adalah orang dari luar wilayah Bungku, selain itu portal sungai kandang yang di kuasai oleh “S”, dan ada bendahara “A” dan itu semua untuk Pribadi.
Berdasarkan informasi adanya setoran setoran dari Portal kepada Kepala Desa Bungku Ardani, pihaknya dengan tegas menyatakan bahwa hal ini tidak benar, ” Boleh di cek dan di telisik, siapa yang menyetor kepada saya, tidak satupun saya menikmati dari setoran portal yang banyak di bicarakan orang,” tegas Kades ketika di tanyakan hal tersebut.
Sebenarnya masyarakat dan Kepala desa hanya menjadi kambing hitam setiap ada konflik, Masyarakat resah setiap ada konflik selalu di libatkan, ” padahal Kontribusinya tidak ada untuk masyarakat, Suara sumbang sampai di luar sana tidak seluruhnya benar, inilah oknum oknum pemain tambang illegal yang selalu mengatas namakan masyarakat, ” tutur salah seorang tokoh pemuda setempat SB dan TF ketika di temui.
Lebih jauh, informasi yang di peroleh di lapangan bahwa adanya dugaan kuat Aparat ikut ” Andil” dalam pungutan setoran dari Pengepul (pok pokan istilah setempat), ” Ada Oknum dari anggota Polda Jambi, Anggota Polres Batang Hari, Anggota Polsek Bejubang dan bahkan ada oknum dari anggota Korem sampai oknum dari Kodam,” jelas sumber yang namanya di samarkan.
( Bersambung )
(Taufik_Globalinews)









