Kabupaten Bandung — Di tengah peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung pada 20 April 2026, sosok H. Asep Ikhsan tampil sebagai figur yang menegaskan pentingnya persatuan dan kebersamaan dalam membangun daerah.
Bagi H. Asep Ikhsan, hari jadi bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk menguatkan kembali nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu.
Ia menilai, sejarah panjang Kabupaten Bandung harus menjadi fondasi moral untuk melangkah ke depan secara lebih solid dan terarah.
Ia dikenal sebagai sosok yang konsisten mendorong semangat gotong royong dan kedekatan antara pemimpin dan masyarakat.
“Bandung ini dibangun dengan perjuangan.
Maka menjaganya juga harus dengan kebersamaan,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan VI—meliputi Ciparay, Baleendah, Kertasari, dan Pacet—H. Asep Ikhsan dinilai dekat dengan masyarakat.
Ia kerap menyuarakan aspirasi warga, sekaligus mengajak semua pihak untuk tidak lelah berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Dalam momentum bersejarah ini, ia juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna yang dinilainya tetap solid dalam menjalankan roda pemerintahan, meskipun dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Program-program seperti dukungan terhadap guru ngaji, pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, hingga sektor pertanian dan peningkatan mutu pendidikan disebutnya sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah rakyat.
“Pemimpin yang baik adalah yang mampu memastikan masyarakatnya merasakan perubahan.
Dan itu yang sedang kita lihat hari ini,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pernyataan, sikap H. Asep Ikhsan mencerminkan komitmen seorang tokoh yang ingin melihat Kabupaten Bandung terus maju tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan.
Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Hari Jadi ke-385 ini sebagai titik kebangkitan bersama.
“Jangan hanya mengenang sejarah, tapi lanjutkan perjuangan.
Dengan kebersamaan, kita bisa menghadapi tantangan apa pun,” pesannya.
Di usia Kabupaten Bandung yang semakin matang, kehadiran figur-figur pemersatu seperti H. Asep Ikhsan diharapkan mampu menjadi energi positif bagi masyarakat—menguatkan optimisme, menjaga solidaritas, dan mendorong langkah menuju masa depan yang lebih sejahtera.
“Bandung akan terus kuat, selama kita tetap bersama,” pungkasnya.”









