Kabupaten Bandung — Menjelang Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) di Desa Rancakasumba, denyut harapan mulai terasa di tengah masyarakat. Bukan sekadar kontestasi politik, momentum ini dinilai sebagai titik krusial yang akan menentukan arah masa depan desa.
Di tengah situasi tersebut, Calon Kepala Desa Nomor Urut 1, Atja Utara, tampil membawa semangat perubahan melalui gagasan bertajuk “Desa Membara”—singkatan dari Membangun Bersama Warga.
Dalam ajang silaturahmi bersama awak media di kediamannya, Sabtu (18/4/2026), Atja menyampaikan pesan yang sederhana namun sarat makna: perubahan tidak bisa ditunggu—harus dimulai bersama.
“Ini bukan soal siapa yang menang. Ini soal bagaimana desa kita bisa berubah menjadi lebih baik,” tegasnya.
Menghidupkan Kembali Jiwa Gotong Royong
Bagi Atja, kekuatan terbesar sebuah desa bukan hanya terletak pada anggaran atau program kerja, melainkan pada kebersamaan warganya.
Ia ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong yang selama ini menjadi identitas desa.
Konsep Desa Membara bukan sekadar slogan, melainkan gerakan kolektif untuk membangun dari bawah—dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kalau kita kompak, tidak ada yang tidak mungkin. Potensi desa ini besar, tinggal bagaimana kita mau bergerak bersama,” ujarnya penuh optimisme.
Dari Visi ke Aksi Nyata
Tak berhenti pada gagasan, Atja juga menawarkan sejumlah program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, di antaranya:
-Pemerintahan yang transparan dan akuntabel
-Pelibatan aktif warga dalam pengambilan keputusan
-Pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa
-Penguatan ekonomi melalui usaha produktif dan kreatif
Menurutnya, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh kemandirian ekonomi warga.
“Jangan Diam!” Suara Warga Penentu Masa Depan
Di tengah dinamika politik desa, Atja mengingatkan masyarakat agar tidak bersikap apatis. Ia menegaskan bahwa setiap suara memiliki arti penting dalam menentukan arah kebijakan desa ke depan.
“Satu suara itu berharga. Jangan sampai kita tidak peduli, lalu menyesal di kemudian hari,” pesannya.
Bangkit Bersama, Menang Bersama
Optimisme menjadi benang merah dalam setiap pesan yang ia sampaikan. Atja percaya, dengan kebersamaan, Desa Rancakasumba bisa tumbuh menjadi desa yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
“Kalau kita bangun bersama, hasilnya juga akan kita rasakan bersama,” pungkasnya.”









