Globalinvestigasinews.com.Dompu.NTB.
Petani lagi di terpa penyerapan gabah kering panen (GKP) yang belum normal di Kabupaten Dompu Propinsi NTB, ironisnya pedagang sudah menaikan beberapa aitem barang jenis plastik dan air mineral serta sembako harga beranjak naik yang dratis di tingkat pasar. Pada hal isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM) belum jadik naik.
Kenakalan para pedagang yang menaikan harga barang sepihak itu menimbulkan kesensaraan bagi masyarakat ekonomi lemah, UKM dan derajat kehidupan petani semakin terpuruk.
Persoalan ini semakin kompleks yang di rasakan oleh para petani, masyarakat kurang mampu dan rakyat indonesia pada umumnya. Petani syahrul yang berdomisili di Kecamatan woja menuturkan, dulu harga karoro gabah dan jagung herga perlembar hanya kisaran Rp 2500/lembar dan kini merangka tajam menjadi Rp 4000 sampai Rp 4500/ perlembar, mirisnya lagi keroro tersebut langkah dan sulit di cari di tingkat pedagang dan kios, tuturnya.
Lain lagi ujar mas andi penjual bakso di Kecamatan woja, saat ini harga plastik atau tas kresek sudah naik 100 porsen dari harga semula, demikian juga harga daging, rempah-rempah dan air mineral jenis gelas maupun botol kemasan besar, tanggung dan kecil ikut naik juga serta air mineral jenis aqua, kaleo, prima, marina dan lam-lam ikut merambah naik, ujarnya.
Yang paling menyayatkan hati publik, air mineral produksi lokal di Kabupaten Dompu dan Bima merk marina dan lam-lam dengan menaikan harga semaunya, di duga menimbun barang tersebut dan maksud untuk menaikan harga dengan sepihak, terangnya.
Dengan kenaikan harga barang yang sangat tinggi ini namun biarkan secara masif oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Khusus pemerintah Daerah Kabupaten Dompu baik APH dan Instansi terkait bereaksi tutup mata dan Bupati Dompu sedang enjoi menikmati pagelaran festiva dan konser bend papan atas dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Dompu ke 211 tahun 2026.
“Kami tidak menjangkau lagi untuk membeli sembako karena harganya sudah selangit naiknya, dan rakyat miskin terpuruk sedangkan MBG semakin hepi, walaupun menu makanan tersebut tidak sesuai selera siswa dan siswi, kami menerima kenyataan ini walaupun pahit dan mensensarakan rakyat miskin,” ujar Nur IRT di Kecamatan Woja.
Kami rasakan ini bukan saja di saja di rasakan oleh masyarkat Dompu namun di rasakan juga oleh rakyat di seluruh Indonesia. Untuk itu kami minta Kepada Presiden Ri Prabowo Subianto dengan kementerian terkait untuk melakukan inspeksi mendadak di pasar terutama pabrik nekapitalsme yang memanainkan harga, yang berujungkan kesensaraan rakyat miskin.
Pesan khusus rakyat Dompu NTB kepada Pak Presideb Prabowo Subianto, segera tindak kepada neo Kapitalisme yang menguasai tataniaga barang pabrikan berupa plastik karoro gabah dan jagung serta sembako maupun air mineral dan lainya agar derajat kesejahteraan petani lebih baik. Pengusaha jangan memanfaat resesi ekonomi indonesia yang terpuruk yang endingnya mencari Keuntungan semata dan gusur Menteri Perdagangan dan industri karena tidak mampu mengatasi harga barang di segmen pasar Nasional, pungkas Jurnalis, Rdw/ddo.









