Nabire – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire terus berjalan dan telah memberikan manfaat bagi sekitar 23 ribu penerima, yang terdiri dari para siswa dan tenaga pendidik di berbagai sekolah.
Namun dalam pelaksanaan terbaru, dilaporkan 7 orang mengalami gangguan kesehatan, terdiri dari 4 siswa dan 3 guru. Keluhan yang dirasakan berupa gangguan pencernaan yang muncul pada malam hari setelah kegiatan belajar mengajar.
Koordinator wilayah program MBG Nabire, Marsel Asyerem, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan langsung melakukan langkah penanganan serta pemantauan terhadap kondisi para penerima manfaat yang mengalami keluhan.
Ia menegaskan bahwa pihak penyelenggara bertanggung jawab penuh terhadap penanganan kesehatan para siswa dan guru yang terdampak.
“Kami memastikan bahwa biaya pengobatan bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan akan kami tanggung. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG,” ujar Marsel.
Selain menjamin penanganan kesehatan, pihak MBG Nabire juga melakukan evaluasi terhadap proses penyediaan makanan, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan di dapur, hingga distribusi ke sekolah-sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan makanan tetap terjaga.
Marsel menambahkan bahwa program MBG merupakan upaya besar untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Nabire, sehingga pengawasan dan perbaikan akan terus dilakukan agar program ini tetap berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi generasi muda.
“Kami tetap berkomitmen menjaga kualitas program ini. Setiap masukan dan laporan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan ke depan,” tutupnya.











