Aceh Singkil- 08 Februari 2026
Globalinvestigasinews
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Sumatera pada 26 November 2025 yang lalu hingga meninggalkan kerusakan yang signifikan pada berbagai fasilitas umum, termasuk tempat ibadah.

Salah satu contohnya adalah bangunan mushola di Dusun Tran Nelayan Desa Suka Damai Kecamatan Singkil yang rusak parah pasca banjir.
Bangunan mushola yang dibangun oleh Dinas Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh pada tahun 2016 itu, diperkirakan telah berusia 17 tahun tersebut kini terlihat rusak berat, dengan dinding yang lekang, atap yang bocor, dan lantai yang terendam air saat itu ditambah dengan dorongan derasnya arus hingga membuat bangunan struktur kayu itu jadi miring.
Kondisi ini membuat warga sekitar khawatir, karena mushola tersebut merupakan satu-satunya tempat ibadah bagi warga tran nelayan.
“Kita sangat berharap perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki bangunan Mushola ini,” kata Mursal, salah satu warga Desa pada saptu (07/02/26).
“Mushola ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga merupakan pusat kegiatan masyarakat.”
Warga desa telah berupaya untuk membersihkan lumpur bekas sampah yang terbawa arus saat banjir itu dan memperbaiki Mushola tersebut, namun kerusakan yang terjadi sangat parah sehingga memerlukan bantuan yang lebih besar.
Pemerintah Desa Suka Damai telah melaporkan kondisi ini kepada pihak berwenang dan berharap agar segera mendapatkan bantuan untuk memperbaiki bangunan Mushola.
“Pemerintah harus memperhatikan kondisi ini dan memberikan bantuan yang dibutuhkan,” ucap Suharman, Kepala Desa Dusun.
“Kita berharap agar Mushola Al-Nurhuda dapat segera diperbaiki dan warga dapat beribadah dengan nyaman.”tambah Kadus.
Kasus ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memulihkan kondisi pasca bencana banjir.
Pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian yang lebih besar kepada masyarakat yang terkena dampak bencana dan membantu mereka untuk kembali pulih.(*)
Kabiro















