Manggarai Timur, GLOBAL INVESTIGASI NEWS.TV — Warga Desa Golo Lebo, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta pemerintah daerah melakukan pendataan ulang terhadap rumah warga yang terdampak gempa bumi Flores.
Permintaan tersebut disampaikan warga karena adanya dugaan ketidaksesuaian antara kondisi kerusakan rumah di lapangan dengan hasil pendataan yang dilakukan pascagempa.
Salah seorang warga Desa Golo Lebo, Ferdi Lomen, saat dikonfirmasi awak media pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 08.00 WITA, mengungkapkan adanya sejumlah rumah yang menurutnya mengalami kerusakan, namun tidak masuk dalam pendataan sebagai rumah terdampak.
“Menurut saya, ada ketidaksesuaian dalam pendataan. Ada rumah tembok yang mengalami kerusakan akibat gempa, tetapi tidak masuk dalam data. Sementara ada rumah panggung yang menurut kondisi di lapangan tidak mengalami kerusakan berarti, justru masuk dalam pendataan,” ujar Ferdi.
Menurut Ferdi, kondisi tersebut membuat sebagian warga mempertanyakan dasar dan mekanisme penentuan kategori kerusakan rumah, baik rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat.
Ia berharap pemerintah melakukan verifikasi dan pendataan ulang secara langsung dengan melihat kondisi fisik masing-masing rumah warga.
“Masih banyak rumah lainnya yang kondisinya menurut kami serupa. Karena itu, kami meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melakukan pendataan kembali agar data yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi rumah warga di lapangan,” katanya.
Selain pendataan ulang, Ferdi juga meminta agar pemerintah terlebih dahulu memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kriteria dan persyaratan rumah yang masuk kategori rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat.
Menurutnya, sosialisasi diperlukan agar masyarakat memahami dasar penilaian serta dapat mengetahui apakah rumah mereka memenuhi kriteria sebagai rumah terdampak bencana.
Ferdi juga menyoroti penyampaian informasi melalui tautan atau link pengaduan/sanggahan yang diberikan kepada masyarakat. Ia menilai mekanisme tersebut belum tentu dapat diakses secara optimal oleh seluruh warga desa.
“Kami berharap jangan hanya diberikan link untuk menyampaikan sanggahan. Tidak semua masyarakat memahami cara menggunakan link tersebut. Apalagi kondisi jaringan internet di desa tidak selalu tersedia dan listrik juga menjadi kendala,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah menugaskan petugas untuk turun langsung ke desa-desa guna menerima pengaduan dan melakukan verifikasi terhadap rumah warga.
“Kami berharap ada petugas yang datang langsung ke desa sehingga masyarakat dapat menyampaikan kondisi rumahnya secara langsung. Dengan begitu, proses pendataan dan verifikasi bisa lebih maksimal,” tegas Ferdi.
Warga berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti keluhan tersebut secara objektif melalui verifikasi lapangan, sehingga data rumah terdampak gempa dapat disusun berdasarkan kondisi nyata dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, GLOBAL INVESTIGASI NEWS.TV belum memperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur atau pihak terkait mengenai mekanisme pendataan dan dugaan ketidaksesuaian data yang disampaikan warga tersebut.
Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur maupun pihak lain yang terkait dengan proses pendataan rumah terdampak gempa.
(TIM/GINEWS)





