ACEH SINGKIL – Komitmen nyata dalam melayani konstituen kembali ditunjukkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil dari Fraksi PKB, Doni Maradona.
Tidak sekadar menjadi wakil rakyat di balik meja legislator, Doni konsisten membuktikan dirinya sebagai abdi masyarakat yang bergerak cepat merespons keluhan warga.
Bukti terbaru terlihat pada Sabtu (3/10/2026), saat ia turun langsung ke Desa Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, untuk menindaklanjuti masalah sedimentasi dan gulma air yang menghambat aliran sungai.
Berdasarkan laporan warga setempat, Doni tidak hanya menerima aspirasi secara pasif, melainkan berinisiatif mengoordinasikan pengerukan alur sungai menggunakan ekskavator milik Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Aceh Singkil.
Ia hadir bersama Kepala DLHK Surkani dan warga untuk melakukan survei lapangan, memastikan solusi yang diambil tepat sasaran dan berdampak langsung bagi aktivitas pertanian maupun transportasi warga.
Langkah kolaboratif ini menjadi teladan bagaimana seorang wakil rakyat seharusnya berfungsi: hadir di tengah kesulitan constituents dan memfasilitasi akses terhadap sumber daya pemerintah daerah.
Aksi nyata Doni di Kuta Simboling pun mendapat apresiasi luas, sekaligus memicu harapan serupa dari masyarakat di wilayah lain.
Warga Kecamatan Singkil Utara, khususnya Desa Gosong Telaga Timur, menyuarakan aspirasinya agar perhatian yang sama dapat dialirkan ke desa mereka.
Kondisi alur sungai yang membentang dari Gosong Telaga Timur menuju Kuala Saragian kini sangat memprihatinkan akibat dominasi tumbuhan liar bakung-bakung yang memenuhi badan sungai.
“Kami bermohon kepada Bapak Doni Maradona untuk dapat meninjau alur sungai di desa kami.
Aktivitas nelayan dan petani kebun nyaris terhenti karena sungai sudah bertahun-tahun dipenuhi rumput liar,” ujar Naswin Apriadi, tokoh masyarakat setempat, melalui media ini.
Naswin menegaskan bahwa permasalahan di Gosong Telaga Timur bukan lagi sekadar gangguan estetika lingkungan, melainkan ancaman terhadap mata pencaharian ratusan keluarga.
Ia berharap Doni dapat meneruskan langkah konkret seperti di Kuta Simboling, baik dengan mengajukan permohonan penanganan ke instansi terkait di tingkat kabupaten maupun provinsi, mengingat skala permasalahan yang mungkin memerlukan intervensi lintas kewenangan.
“Mohon Pak Doni bisa mengatasi keluhan warga tiga desa di Singkil Utara yang mengalami nasib serupa.
Kami percaya beliau mampu menjadi jembatan aspirasi kami,” pinta Naswin menutup pernyataannya.
Responsivitas Doni Maradona di satu titik telah membangkitkan optimisme di titik lain.
Hal ini mengingatkan bahwa fungsi perwakilan rakyat tidak boleh bersifat selektif atau terbatas pada wilayah basis politik semata.
Aspirasi dari Singkil Utara kini berada di pundaknya; apakah ia akan melanjutkan pola pelayanan prima yang telah dibangunnya, menjadi ujian integritas dan kesetiaan terhadap mandat konstituen secara utuh.
Masyarakat menunggu bukti lanjutan bahwa setiap suara warga, dari manapun asalnya, memiliki bobot yang sama di telinga wakil rakyatnya.
(Tim Redaksi)















