ACEH SINGKIL – 30 Sept 2026
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil mengambil langkah antisipatif menghadapi prediksi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah tersebut pada periode Oktober hingga Desember 2026.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan sangat tinggi di atas 500 mm per bulan berpotensi terjadi pada Oktober 2026 di 11 kecamatan, meliputi Danau Paris, Gunung Meriah, Kepulauan Banyak, Kota Baharu, Kuala Baru, Pulau Banyak Barat, Simpang Kanan, Singkil, Singkil Utara, Singkohor, dan Suro Makmur. Sementara itu, pada November dan Desember 2026, intensitas hujan diprediksi tetap tinggi dengan kisaran 300–500 mm per bulan.
Menyikapi peringatan dini tersebut, Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon, SH, telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh perangkat daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan secara menyeluruh.
“Saya menginstruksikan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, para camat, pemerintah kampung, serta instansi terkait lainnya agar meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah-langkah antisipasi.
Pastikan kondisi lingkungan, drainase, serta titik-titik yang berpotensi menimbulkan bencana terus dipantau,” ujar Bupati dalam arahan resminya, Rabu (30/9/2026).
Bupati menegaskan bahwa mitigasi bencana hidrometeorologi memerlukan kolaborasi sinergis antara pemerintah dan masyarakat. Setiap potensi risiko harus diidentifikasi dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi bencana yang merugikan.
Sejalan dengan instruksi bupati, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, Husni, mengimbau masyarakat untuk proaktif melakukan persiapan mandiri.
Ia menekankan pentingnya gotong royong membersihkan saluran drainase agar tidak tersumbat saat hujan deras turun. Selain itu, warga juga diminta menyiapkan Tas Siaga Bencana yang berisi dokumen penting dan kebutuhan dasar yang mudah dibawa sewaktu-waktu.
“Masyarakat kami imbau melakukan gotong royong membersihkan lingkungan dan saluran drainase agar tidak tersumbat. Siapkan Tas Siaga Bencana yang berisi dokumen penting dan kebutuhan dasar yang mudah dibawa ketika terjadi keadaan darurat,” harap Husni.
Lebih lanjut, Husni mengingatkan aspek keselamatan teknis saat cuaca buruk, seperti mematikan aliran listrik jika kondisi tidak aman dan memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Masyarakat juga diajak untuk aktif memantau informasi peringatan dini dari BMKG dan segera mengevakuasi diri ke tempat aman apabila situasi mendesak, tanpa menunggu perintah resmi.
“Apabila kondisi mengharuskan evakuasi, segera lakukan evakuasi ke tempat yang aman dan jangan menunggu situasi menjadi lebih buruk,” tegasnya.
Melalui seruan ini, Pemkab Aceh Singkil mengajak seluruh lapisan masyarakat memperkuat budaya gotong royong dan kewaspadaan kolektif. Kesiapsiagaan sejak dini bukan hanya tanggung jawab institusi, melainkan komitmen bersama untuk melindungi nyawa dan meminimalkan dampak bencana di Negeri Batuah.(*)
Sumber: Diskominfo Aceh Singkil















