SERDANG BEDAGA,GLOBALINVESTIGASI NEWS.COM
Kegiatan balap motor cros yang rutin digelar setiap hari Minggu di Dusun IV, Desa Dolok Menampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), kembali menjadi perhatian masyarakat setelah terjadi keributan usai kegiatan balapan pada Minggu (27/9/2026).

Kegiatan tersebut selama ini menjadi tontonan bagi masyarakat. Setiap akhir pekan, warga dari berbagai daerah terlihat berdatangan untuk menyaksikan aksi para pembalap yang memacu kendaraan di lintasan motor cros.
Namun, di balik ramainya kegiatan tersebut, masyarakat mulai menyoroti aspek keamanan dan ketertiban. Selain itu, muncul dugaan adanya aktivitas taruhan yang disebut-sebut berkaitan dengan keributan yang terjadi setelah balapan.
Salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan, kegiatan balap motor cros tersebut bukan hanya menarik perhatian warga Desa Dolok Menampang, tetapi juga masyarakat dari sejumlah daerah lainnya.
Menurutnya, sebagian orang yang datang diduga tidak hanya untuk menyaksikan balapan, tetapi juga memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ajang taruhan(JUDI).
“Bukan hanya warga sini yang datang. Banyak juga yang datang dari daerah lain. Informasi yang kami dengar, ada yang ikut taruhan. Hal seperti ini yang kami khawatirkan karena bisa memicu keributan apabila terjadi persoalan,” ujar warga yang indititasnya tidak disebutkan tersebut.
Ia mengatakan, keributan bukan kali pertama terjadi setelah kegiatan balap motor cros berlangsung. Namun, kejadian pada Minggu (27/9/2026) dinilai cukup mengkhawatirkan karena melibatkan aksi kejar-kejaran dan dugaan pemukulan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga dan penonton, keributan terjadi setelah kegiatan balap motor cros selesai.
Keributan tersebut diduga melibatkan warga dari Desa Martebing dan Desa Pulo Gambar. Kedua kelompok disebut sempat saling kejar-kejaran hingga situasi menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar.
Dalam kejadian tersebut, seorang warga Desa Dolok Menampang disebut menjadi korban pemukulan di sekitar Simpang Masjid Istiqomah, Desa Dolok Menampang, Kecamatan Dolok Masihul.
Warga lainnya yang berada di sekitar lokasi mengaku sempat khawatir melihat situasi tersebut.
“Kami sempat takut karena keributan terjadi setelah balapan selesai. Ada yang kejar-kejaran dan sampai terjadi pemukulan. Kami berharap jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang dan mengganggu keamanan masyarakat,” ungkapnya.
Keributan tersebut kemudian menarik perhatian warga sekitar. Personel Yonif TP 902 disebut turut datang ke lokasi untuk membantu mengamankan situasi.
Tidak lama berselang, personel Polsek Dolok Masihul juga tiba di lokasi dan melakukan pengamanan guna mencegah keributan berkembang lebih luas.
Keselamatan Penonton Turut Dipertanyakan:
Selain persoalan keributan, warga juga menyoroti aspek keselamatan di sekitar arena balap.
Di lokasi disebut terdapat papan imbauan kepada penonton agar berhati-hati karena kegiatan tersebut tidak memberikan jaminan atau asuransi apabila terjadi kecelakaan.
Menurut warga, jumlah penonton yang cukup banyak seharusnya diimbangi dengan sistem pengamanan yang memadai, baik untuk mengantisipasi kecelakaan di lintasan maupun gangguan keamanan di luar arena.
“Kalau memang kegiatan ini tetap dilaksanakan setiap Minggu, kami berharap ada pengamanan yang jelas. Jangan sampai kalau terjadi kecelakaan atau keributan, masyarakat sendiri yang menjadi korban,” kata warga.
Warga Minta Kegiatan Dievaluasi :
Dengan adanya keributan tersebut, sebagian warga berharap pemerintah desa, pihak penyelenggara, serta aparat terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan balap motor cros tersebut.
Warga meminta agar aspek perizinan, pengamanan, keselamatan penonton dan pembalap, serta dugaan aktivitas taruhan menjadi perhatian sebelum kegiatan kembali digelar.
Bahkan, sebagian warga menyuarakan agar kegiatan tersebut dihentikan sementara apabila aspek keamanan dan ketertiban belum dapat dipastikan.
“Kami bukan melarang masyarakat menikmati olahraga atau hiburan. Tetapi keamanan harus menjadi prioritas. Kalau setiap selesai balapan terjadi keributan, tentu masyarakat menjadi resah,” pungkas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait dugaan aktivitas taruhan maupun kronologi lengkap keributan tersebut.
Konfirmasi dari pihak kepolisian, pemerintah desa, dan penyelenggara diperlukan untuk memastikan kronologi serta langkah penanganan terhadap kejadian tersebut.
Masyarakat berharap kegiatan otomotif yang digelar di Desa Dolok Menampang dapat berlangsung dengan tetap mengedepankan keselamatan, ketertiban, keamanan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
(Tim)















