PALEMBANG — Kondisi jalan pascapekerjaan penggalian dan pemasangan jaringan pipa air bersih di kawasan Sukabangun 2, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, menjadi sorotan masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Warga menilai kondisi jalan setelah pekerjaan belum kembali seperti semula. Permukaan jalan yang disebut belum maksimal dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan sekaligus membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Dalam pelaksanaan pekerjaan jaringan utilitas, titik galian semestinya ditangani kembali agar aman bagi masyarakat. Setelah pekerjaan selesai, area galian perlu ditutup dengan material yang sesuai, dipadatkan, dan dilakukan penanganan permukaan jalan. Selanjutnya, perbaikan permanen dapat dikoordinasikan dengan pihak terkait sesuai kewenangan dan kondisi pekerjaan.
Namun, kondisi di lapangan yang dinilai warga belum sesuai harapan tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah beredar di media sosial.
Menanggapi persoalan tersebut, Humas PDAM Tirta Musi, Dudi, mengatakan pekerjaan penggalian di kawasan Sukabangun telah dilaksanakan setelah proses pembongkaran jalan.
Menurut Dudi, penggalian jalan merupakan bagian dari prosedur dalam pemeliharaan dan peningkatan jaringan distribusi air bersih. Pekerjaan tersebut antara lain dilakukan untuk memperbaiki kebocoran pipa, memasang jaringan pipa baru, maupun mengganti meteran pelanggan.
“Tujuan kami diadakannya penggalian untuk perbaikan pipa bocor, pemasangan pipa baru, hingga penggantian meteran pelanggan dan itu sudah melalui prosedur,” jelas Dudi.
Ia menerangkan, kondisi tanah, cuaca, serta aktivitas kendaraan berat dapat menjadi faktor yang menyebabkan permukaan pada titik galian kembali mengalami penurunan, meskipun sebelumnya telah dilakukan pengecoran.
“Kami pihak PDAM akan cek kembali ke lokasi dan nanti kita koordinasikan dengan tim terkait bagaimana kondisi sebenarnya dan perbaikannya seperti apa,” katanya.
Respons tersebut menunjukkan adanya rencana PDAM Tirta Musi untuk kembali melakukan pengecekan terhadap kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat.
Bagi warga, tindak lanjut tersebut dinilai penting karena jalan merupakan fasilitas yang digunakan masyarakat setiap hari. Mereka berharap perbaikan segera dilakukan sehingga permukaan jalan kembali rata, aman, dan nyaman untuk dilalui.
Perbaikan juga dinilai perlu dilakukan guna mengantisipasi potensi kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang melintas pada malam hari atau ketika permukaan jalan dalam kondisi basah akibat hujan.
Warga Sukabangun 2 mengapresiasi respons PDAM Tirta Musi dan berharap hasil pengecekan di lapangan segera diikuti tindakan nyata.
Dengan adanya peninjauan kembali tersebut, masyarakat berharap persoalan jalan pascapekerjaan jaringan pipa tidak berlarut-larut dan aktivitas warga dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
PDAM Tirta Musi juga mengimbau masyarakat yang memiliki keluhan terkait pelayanan maupun jaringan air untuk menyampaikannya melalui saluran pengaduan resmi. Masyarakat dapat menghubungi Call Center PDAM Palembang di (0711) 355222 atau WhatsApp 08117888282.
PDAM Tirta Musi Raih Prestasi di Festival Perahu Bidar 2026
Di sisi lain, PDAM Tirta Musi Palembang juga mencatat prestasi dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-80 RI.
Perusahaan tersebut turut mengirimkan tim untuk mengikuti Lomba Perahu Hias dan Festival Perahu Bidar Tradisional 2026. Dalam ajang tersebut, PDAM Tirta Musi disebut berhasil meraih juara pertama.
Prestasi tersebut menjadi catatan positif bagi perusahaan di tengah perhatian masyarakat terhadap pelayanan dan kualitas infrastruktur jaringan air bersih.
Ke depan, masyarakat berharap pelayanan PDAM Tirta Musi tidak hanya ditunjukkan melalui prestasi di berbagai kegiatan, tetapi juga semakin optimal dalam memastikan setiap pekerjaan jaringan utilitas yang bersinggungan dengan fasilitas publik ditangani dengan baik hingga benar-benar aman digunakan masyarakat.















