ACEH SINGKIL – 15 Juli 2026
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tingkat Kabupaten Aceh Singkil yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Nurul Makmur, Rabu (15/7/2026), menyisakan catatan penting terkait kedisiplinan aparatur pemerintah. Di tengah seruan Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, S.H., tentang semangat hijrah menuju perbaikan diri, ia secara tegas menyoroti minimnya kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam acara tersebut.
Kegiatan yang dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan instansi vertikal ini seharusnya menjadi momen refleksi bersama bagi seluruh elemen daerah, termasuk ASN.
Namun, pantauan di lapangan menunjukkan jumlah pegawai negeri yang hadir jauh dari ekspektasi.
Menyadari hal tersebut, Bupati Safriadi Oyon tidak segan melontarkan teguran keras.
Ia mempertanyakan apakah kelalaian ini disebabkan oleh kesalahan panitia atau memang kurangnya kesadaran individu.
“Saya lihat di dalam masjid ini sangat sedikit yang hadir.
Apakah ini kesalahan panitia? Saya sudah katakan kepada Pak Paisal (Ketua Panitia) untuk memberlakukan absensi,” ujar Bupati dengan nada serius di hadapan para hadirin.
Lebih lanjut, Bupati bahkan mengisyaratkan adanya sanksi administratif berupa pemotongan gaji bagi mereka yang tidak hadir tanpa alasan yang sah.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Pemkab mengenai mekanisme teknis atau daftar nama spesifik ASN yang akan dikenakan sanksi tersebut.
Teguran ini dinilai sebagai langkah konkret Bupati untuk menanamkan budaya disiplin dan tanggung jawab moral bagi para pelayan publik.
Di sela-sela tegurannya, Bupati Safriadi Oyon tetap menyampaikan esensi utama peringatan 1 Muharram.
Ia menegaskan bahwa pergantian tahun Hijriah bukan sekadar perubahan angka kalender, melainkan momentum strategis untuk melakukan hijrah—berubah dari keadaan yang kurang baik menuju kualitas hidup yang lebih mulia.
“Tahun Baru Islam adalah momentum hijrah dari kelalaian menuju ketaatan, dari perpecahan menuju persatuan, dari pesimisme menuju harapan, dan dari kelemahan menuju semangat menjadi pribadi, keluarga, serta masyarakat yang lebih baik,” ujar Bupati.
Mengutip Surah Ar-Ra’d ayat 11, Bupati mengingatkan bahwa kemajuan daerah hanya dapat diraih melalui perubahan yang dimulai dari diri sendiri, disertai kerja keras dan ikhtiar yang sungguh-sungguh.
Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai Islam sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Acara dilanjutkan dengan kajian agama yang disampaikan oleh Ust. H. Riza Nazlianto, Lc., M.A., yang mengajak jamaah memaknai hijrah sebagai proses penyucian hati dan peningkatan kontribusi bagi umat.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Imam Besar Masjid Agung Nurul Makmur, Ustaz Nyak Kaoi.
Peringatan 1 Muharram 1448 H kali ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga pengingat keras bagi ASN Aceh Singkil bahwa integritas dan kedisiplinan adalah bagian tak terpisahkan dari amanah jabatan yang mereka emban.(*)
Kabiro Aceh Singkil










