KABUPATEN BANDUNG – Sekolah Tinggi Kesehatan Indonesia (STIKINDO) menegaskan komitmennya untuk terus membangun pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan terbuka bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia unggul serta mendukung kemajuan daerah.
Ketua Pembina STIKINDO, Asep Ikhsan, menyampaikan bahwa kampus tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang kesehatan, tetapi juga berkomitmen menjadi mitra masyarakat dalam menghadirkan solusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat berada di Graha Wira Karya, Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin (6/7/2026).
“Kami terbuka untuk seluruh masyarakat. Siapa pun dapat menyampaikan aspirasi, masukan, maupun kritik yang membangun. Semua akan kami terima sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kemajuan pendidikan,” ujar Asep Ikhsan.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, STIKINDO terus berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang kesehatan.
Asep Ikhsan menambahkan bahwa seluruh program yang dijalankan STIKINDO diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas, kompeten, dan memiliki kepedulian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas diraihnya predikat Akreditasi Unggul oleh STIKINDO. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika dalam menjaga standar mutu pendidikan, memperkuat tata kelola perguruan tinggi, serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
“Akreditasi Unggul menjadi amanah yang harus kami pertahankan. Capaian ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelayanan akademik yang profesional dan berorientasi pada mutu,” tegasnya.
STIKINDO berharap kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi kesehatan terus meningkat, sehingga kampus dapat berkontribusi lebih besar dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul, berdaya saing, dan siap mendukung pembangunan kesehatan di tingkat daerah maupun nasional.Tutupnya.”
RED.










