Banyuwangi, 18 Juni 2026 — Komunitas Into Warga Banyuwangi (IWB) bersama seluruh elemen masyarakat akan menggelar kegiatan bertajuk “IWB Bersama Masyarakat Bersholawat untuk Banyuwangi Bersih Korupsi”. Acara ini dilaksanakan pada Jumat, (19/6) malam, bertempat di Lapangan Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, dan akan dimeriahkan oleh penampilan Tim Sholawat Mahabbatun Nabi.
Lebih dari sekadar majelis zikir dan sholawat biasa, kegiatan ini dirancang sebagai momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur, seperti kejujuran, integritas, amanah, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Panitia menegaskan bahwa upaya mewujudkan daerah yang bersih dari korupsi tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum semata. Diperlukan kesadaran moral dan peran aktif dari setiap warga. Melalui lantunan sholawat dan doa bersama, nilai-nilai spiritual diharapkan dapat menjadi pondasi kokoh dalam membangun budaya antikorupsi, yang dimulai dari lingkungan keluarga, dunia pendidikan, hingga kehidupan bermasyarakat.
Ketua Komunitas IWB, Abi Arbain, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud ikhtiar moral dan sosial untuk mengingatkan pentingnya membangun daerah dengan landasan akhlak yang baik.
“Sholawat bukan hanya sarana meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga momen untuk memperkuat ajaran akhlak yang beliau bawa. Korupsi adalah perilaku yang merusak kepercayaan publik dan menjadi penghambat utama kemajuan daerah. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kami mengajak seluruh warga Banyuwangi untuk meneguhkan komitmen bersama demi terwujudnya daerah yang bersih, adil, dan berintegritas,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemberantasan korupsi membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Penindakan hukum saja tidak akan cukup jika tidak didasari oleh kesadaran kolektif masyarakat.
“Perubahan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja, hingga penyelenggaraan pemerintahan. Pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud jika dijalankan dengan prinsip kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab,” tambahnya.
Sementara itu, Humas IWB menjelaskan bahwa kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi kebersamaan warga. Selain menjadi wadah memperluas tali silaturahmi, suasana kebersamaan yang penuh keberkahan diharapkan dapat menumbuhkan rasa persatuan, kepedulian, dan semangat gotong royong yang semakin kuat.
“Manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi spiritual, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan sosial. Kami ingin acara ini menjadi tempat saling mengenal, mempererat hubungan, dan membangun kesepahaman bersama. Semoga dari sini lahir kebersamaan yang kokoh untuk mendukung Banyuwangi yang lebih maju, harmonis, dan benar-benar bersih dari praktik korupsi,” tegasnya.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Panitia berharap seluruh lapisan masyarakat dapat hadir dan berpartisipasi sebagai wujud dukungan nyata untuk menjadikan Banyuwangi daerah yang religius, damai, serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam setiap aspek kehidupan.
(Spr/tim)











