Rencana Perpisahan MTsN 1 Serang di Kampus UNPAM Tuai Sorotan, Biaya Rp350 Ribu per Siswa Jadi Perbincangan
SERANG, 8 Juni 2026 – Rencana pelaksanaan kegiatan perpisahan siswa kelas IX MTsN 1 Serang di lingkungan Kampus Universitas Pamulang (UNPAM) Serang menjadi perhatian sejumlah kalangan masyarakat. Selain lokasi kegiatan, besaran biaya yang disebut mencapai Rp350 ribu per siswa turut menjadi bahan perbincangan publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, kegiatan perpisahan tersebut direncanakan berlangsung pada 13 Juni 2026 mendatang. Sejumlah siswa mengaku telah menerima informasi terkait pelaksanaan acara sekaligus besaran kontribusi yang dibutuhkan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Ya, biayanya Rp350 ribu untuk siswa yang akan lulus,” ujar salah seorang siswi saat ditemui wartawan.
Informasi serupa juga dibenarkan oleh Hadi yang disebut sebagai panitia pelaksana kegiatan. Saat dikonfirmasi, ia membenarkan adanya rencana pelaksanaan acara perpisahan tersebut.
“Ya betul, insya Allah tanggal 13 Juni nanti,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hadi menjelaskan bahwa pembiayaan kegiatan tersebut berasal dari partisipasi para siswa dan bukan merupakan pungutan yang dibebankan oleh pihak sekolah.
“Betul, pembiayaan perpisahan murni swadaya siswa,” katanya saat dikonfirmasi.
Meski demikian, rencana kegiatan tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Sejumlah pemerhati pendidikan menilai kegiatan perpisahan sebaiknya dilaksanakan secara sederhana serta mempertimbangkan kondisi ekonomi orang tua siswa.
Selain itu, beberapa pihak juga mempertanyakan mekanisme penetapan biaya dan proses pengambilan keputusan terkait pelaksanaan kegiatan di luar lingkungan sekolah. Mereka berharap seluruh proses dilaksanakan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Yang menjadi perhatian publik bukan hanya lokasi kegiatan, tetapi juga bagaimana mekanisme penetapan biaya tersebut dilakukan dan apakah telah disepakati oleh seluruh pihak terkait,” ujar salah seorang pemerhati pendidikan di Kabupaten Serang.
Sejumlah aktivis pendidikan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dikabarkan turut mencermati rencana kegiatan tersebut. Mereka mendorong adanya keterbukaan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala MTsN 1 Serang belum memberikan keterangan resmi terkait pelaksanaan kegiatan, rincian penggunaan anggaran, maupun mekanisme persetujuan yang ditempuh dalam penyelenggaraan acara tersebut.
Masyarakat berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar seluruh informasi terkait kegiatan perpisahan dapat dipahami dengan jelas oleh orang tua siswa dan masyarakat luas.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
(Redaksi)











