Kegiatan tersebut di adakan oleh SMK Muhamadiyah Manggarai Timur dengan Tema : “Puasa Dalam Prespektif Agama Islam dan Katolik” Kamis 12 Maret 2026.
Dan di hadiri oleh Pemateri Ayahanda Drs.Ahmad ZM selaku ketua PCM Sambi Rampas dan Romo RIKARDUS febrianto kiswanto Tagung.
Dalam Pemaparan Materi oleh Drs.Ahmad ZM selaku ketua PCM Sambi Rampas ia mengatakan Puasa merupakan salah satu ritual atau ibadah keagamaan yang selalu dilaksanakan oleh setiap pemeluk agama di dunia sejak umat manusia terdahulu hingga sekarang.
“Puasa juga merupakan suatu bentuk ibadah yang bersifat universal yang bertujuan mendekatkan diri kepada zat yang lebih berdaya dari diri manusia itu sendiri, Ibadah puasa ini berkembang dalam setiap agama dengan beragam ragam tatacara pelaksanaan dan hikmah puasanya yang berbeda-beda.”
Ayahanda Drs.Ahmad ZM selaku ketua PCM Sambi Rampas menyampaikan juga Persamaan utama puasa dalam agama Islam dan Katolik terletak pada tujuan rohaninya,mendekatkan diri kepada Tuhan, melatih pengendalian diri dari hawa nafsu, dan meningkatkan empati terhadap sesama. Keduanya merupakan bentuk ibadah, latihan disiplin batin, dan momen pertobatan untuk menyucikan jiwa.
Kita juga memandang bahwa puasa merupakan sebuah ibadah yang sangat baik dan selalu dikerjakan dari dulu sampai sekarang ini, serta puasa merupakan sebuah ibadah yang langsung berhadapan dengan Allah yang diperintahkan selama menjalani ibadah puasa harus menjauhi perbuatan yang bisa menyakiti orang lain, baik fisik maupun kata-kata seperti larangan marah dan mengungkapkan suara kasar dan kotor serta memperbanyak perbuatan amal baik, dan ada juga terdapat perbedaan juga dalam hal puasa yaitu, puasa dalam Islam selama berpuasa sama sekali tdak boleh memasuki makanan dan minuman apapun ke dalam perut dari semenjak terbit fajar hingga terbenam matahari tutup nya.
dan di lanjutkan oleh pemateri kedua oleh Romo RIKARDUS febrianto kiswanto Tagung.
Dalam pemaparan materinya dia mengatakan Masa Prapaskah adalah 40 hari sebelum Paskah di mana umat Katolik berdoa, berpuasa, merenung, dan melakukan tindakan disiplin diri spiritual. Umat Katolik melakukan hal-hal ini karena Paskah, yang merayakan Kebangkitan Kristus, adalah hari raya suci terbesar dalam umat Katolik telah menyadari bahwa sudah sepatutnya mempersiapkan diri untuk hari suci tersebut dengan melakukan disiplin diri.
Lanjutnta Alasan mengapa masa Prapaskah berlangsung selama 40 hari adalah karena 40 merupakan angka tradisional penghakiman dan ujian rohani dalam Alkitab (Kej 7:4, Kel 24:18, 34:28, Bil 13:25, 14:33, Yun 3:4). Prapaskah memiliki hubungan khusus dengan 40 hari yang dihabiskan Kristus berpuasa di padang gurun sebelum memasuki pelayanan (Mat 4:1-11). Umat Katolik meniru Kristus dengan menghabiskan 40 hari dalam disiplin rohani sebelum merayakan kemenangan Kristus atas dosa dan kematian.
Puasa Pada hari rabu abu dan juma, at agung untuk tobat penguasaan diri dan solidaritas , puasa berarti makan kenyang sekali sehari untuk usia (18- 59 tahun )sedangkan pantang usia (14 -59 tahun )adalah menghindari daging atau makanan tertentu setiap jumaat selama prapaska Tutupnya.









