KABUPATEN BANDUNG – Komitmen menghadirkan pendidikan terjangkau berbasis teknologi digaungkan Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi Partai Demokrat Dapil VI, Asep Ikhsan, saat menggelar Reses Masa Sidang ke-II Merupakan di Dapilnya Kecamatan Pacet dan Kertasari, Rabu (25/02/2026).

Dalam forum tatap muka yang dihadiri ratusan warga, Asep menegaskan bahwa tantangan globalisasi dan percepatan teknologi menuntut daerah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan kompetitif.
Sebagai anggota Komisi D yang membidangi pendidikan, kesehatan, sosial, dan ketenagakerjaan, ia menyebut sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
“Pendidikan, baik tingkat menengah maupun perguruan tinggi, harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Kita tidak boleh tertinggal,” tegasnya.
Akses Pendidikan Kesehatan Terjangkau
Dalam reses tersebut,
Asep juga memperkenalkan peluang melanjutkan pendidikan tinggi kesehatan di STIKINDO Ciparay, lembaga pendidikan yang berada di Kabupaten Bandung.
Ia menyampaikan bahwa kampus tersebut berkomitmen menyediakan biaya pendidikan yang relatif terjangkau bagi masyarakat, khususnya dari kalangan menengah ke bawah.
Menurutnya, pendidikan kesehatan memiliki prospek kerja yang luas dan stabil, baik di fasilitas pelayanan kesehatan, industri, maupun sektor wirausaha layanan kesehatan mandiri.
Dengan biaya yang lebih ramah di kantong, masyarakat diharapkan memiliki akses lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup.
“Kami ingin pendidikan kesehatan berkualitas bisa diakses lebih luas.Jika SDM meningkat, kesejahteraan keluarga juga ikut terdongkrak,” ujarnya.
“Aspirasi Warga dan Arah Kebijakan 2026
Reses ini juga menjadi ruang dialog terbuka. Warga Pacet dan Kertasari menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari peningkatan fasilitas sekolah, akses layanan kesehatan yang merata, hingga kebutuhan pelatihan kerja berbasis keterampilan digital bagi generasi muda.
Asep menyebut seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan program dan penganggaran tahun 2026.
Ia menilai, kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.
Menutup kegiatan yang berlangsung di bulan Ramadan.
Ia menyampaikan pesan persaudaraan kepada masyarakat.
“Saya mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua diberi kesehatan dan bisa kembali bertemu pada reses berikutnya,” ucapnya.
Reses ke-II ini tidak sekadar agenda formal, tetapi menjadi momentum strategis mendorong pendidikan murah berbasis teknologi sebagai solusi peningkatan daya saing daerah—bahkan sebagai model yang dapat dikembangkan dalam skala nasional.









