Tts,GlobalinvestigasiNews.Com
Timor Tengah Selatan, NTT – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi meresmikan pengembangan sarana air bersih berbasis masyarakat sekaligus mengukuhkan Pasimas Feto Mone di Desa Tiliu, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat ketahanan sosial dan pemenuhan hak dasar masyarakat.
Peresmian tersebut berlangsung pada Hari Selasa 10/02/2026, acara tersebut dihadiri langsung oleh unsur Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTT, Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat penerima manfaat. Program pengembangan sarana air bersih ini dirancang untuk menjawab persoalan krisis air yang selama ini menjadi tantangan utama masyarakat di wilayah TTS, khususnya pada musim kemarau.
Perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam sambutannya menegaskan bahwa akses terhadap air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang harus diperjuangkan secara berkelanjutan. Muhammadiyah, melalui pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas, berupaya memastikan agar sarana yang dibangun tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga dikelola dan dirawat secara mandiri oleh masyarakat setempat.
“Air bersih bukan sekadar infrastruktur, tetapi sumber kehidupan. Karena itu, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program ini,” tegasnya.
Selain peresmian sarana air bersih, PP Muhammadiyah juga melakukan pengukuhan Pasimas Feto Mone, sebuah wadah partisipasi masyarakat yang menekankan kesetaraan peran perempuan (feto) dan laki-laki (mone) dalam pengelolaan sumber daya air dan pembangunan berbasis komunitas. Kehadiran Pasimas Feto Mone diharapkan mampu memperkuat tata kelola, meningkatkan rasa kepemilikan, serta mendorong keadilan gender dalam pengambilan keputusan di tingkat lokal.
Pemerintah Desa Tiliu menyambut baik inisiatif tersebut dan mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dalam mendukung program pembangunan desa, khususnya di sektor air bersih dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan diresmikannya program ini, Muhammadiyah berharap pengembangan sarana air bersih berbasis masyarakat dan penguatan Pasimas Feto Mone dapat menjadi model kolaborasi yang berkelanjutan, serta direplikasi di wilayah lain yang mrngahadapi persoalan serupa.
Ginews,Ss









