KENDAL– GLOBALNNESTIGASI GINEWS Pelataran Sastra Kaliwungu menghadirkan kegiatan literasi bernuansa sosial dalam momentum bulan suci Ramadan melalui tajuk “Berbagi Cahaya Kata: Sastra, Doa, dan Kepedulian.” Kegiatan tersebut digelar di Madrasah Budaya, Kampung Pungkuran, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, Selasa (17/3/2026), dengan memadukan aktivitas sastra, santunan anak yatim, serta buka puasa bersama.
Sebanyak 45 anak yatim, piatu, dan yatim piatu dari wilayah Kaliwungu, Brangsong, dan Kaliwungu Selatan mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari dongeng, pembacaan puisi, hingga interaksi literasi yang dirancang ramah anak.
Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah kegiatan mendongeng oleh Syamsul Ulum. Ia menyampaikan cerita-cerita inspiratif dengan pendekatan komunikatif dan menyenangkan sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.
Presiden Pelataran Sastra Kaliwungu, Bahrul Ulum A. Malik, mengatakan kegiatan ini merupakan pengembangan dari aktivitas komunitas yang selama ini berfokus pada literasi, sastra, dan budaya. Pada momentum Ramadan, pihaknya ingin menghadirkan kegiatan yang juga memiliki nilai kepedulian sosial.
“Biasanya kami hanya menggelar kegiatan sastra, literasi, dan budaya. Pada bulan Ramadan ini, kami mengajak adik-adik untuk berbagi kebahagiaan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebanyak 45 anak diundang dari berbagai wilayah sebagai upaya memperluas manfaat kegiatan sekaligus mempererat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ini didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kendal serta berkolaborasi dengan Yayasan Cinta Dhuafa Kendal, Madrasah Budaya, MI NU 04 Kumpulrejo, MI NU 19 Kutoharjo, dan MI NU 56 Krajankulon yang turut mengirimkan peserta didik yatim.
Perwakilan Baznas Kabupaten Kendal, Moh. Anton, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara literasi dan kepedulian sosial menjadi langkah positif dalam membangun karakter generasi muda.
“Saya menyambut baik inisiatif komunitas yang memadukan kegiatan literasi dengan kepedulian sosial. Literasi dapat menjadi sarana penguatan nilai ibadah dan pembentukan akhlak yang baik,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, meskipun saat ini masih menyasar jumlah peserta yang terbatas.
“Meski baru menjangkau 45 anak, diharapkan kegiatan ini dapat berkembang, dimulai dari lingkungan terdekat hingga memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Pelataran Sastra Kaliwungu menunjukkan bahwa sastra tidak hanya hadir dalam ruang diskusi, tetapi juga dapat menjadi medium untuk menanamkan nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan kepedulian sosial.









