KABUPATEN BANDUNG — Kisah pilu menyelimuti sebuah keluarga sederhana di Desa Rancakasumba. Seorang ibu kandung, Engkom Komariah, mengaku rela menjual rumah satu-satunya demi memulangkan anak perempuannya yang diduga bekerja tidak sesuai dengan janji awal di wilayah Papua.
Curahan hati itu disampaikan Engkom kepada awak media pada Rabu (25/3/2026), dengan nada penuh kesedihan.
Ia mengungkapkan bahwa putrinya, Ceuceu Surji alias Caca Cantika (sekitar 16 tahun), telah meninggalkan rumah sejak 10 Oktober 2025 tanpa izin orang tua.
Menurut keterangan keluarga, kepergian anak tersebut diduga bermula dari iming-iming pekerjaan sebagai pelayan.
Namun, kabar yang diterima belakangan justru jauh dari harapan.
“Kami sangat sedih dan terpukul. Anak kami yang masih di bawah umur dikabarkan bekerja di Timika, Papua.
Dari pengakuannya, bukan seperti yang dijanjikan di awal,” ujar Engkom dengan suara bergetar.
Berdasarkan komunikasi melalui sambungan telepon, keluarga menduga anak tersebut kini bekerja di lingkungan tempat hiburan dewasa.
Kondisi ini membuat orang tua merasa tidak berdaya dan sangat mengkhawatirkan keselamatan sang anak.
“Kami sedih, Pak… kami harus bagaimana? Kami bahkan berencana menjual rumah demi anak kami, yang penting dia bisa pulang dari Papua,” ucapnya lirih.
Hal senada disampaikan ayah kandung korban, Asep Wiguna. Ia membenarkan bahwa anaknya pergi tanpa sepengetahuan dan tanpa izin keluarga.
Ia juga mengungkap adanya dugaan pemalsuan data identitas untuk memuluskan keberangkatan anaknya.
“Anak kami masih di bawah umur dan belum memiliki KTP. Tapi kami mendapat informasi adanya dugaan pemalsuan data, seperti KK dan KTP dengan status seolah-olah sudah dewasa,” ungkap Asep.
Ia menilai hal tersebut sebagai kejanggalan serius yang perlu mendapat perhatian pihak berwenang, mengingat anaknya masih berstatus pelajar dan belum cukup umur untuk bekerja, terlebih di luar daerah.
“Kami sangat terpukul. Anak kami masih 16 tahun. Tidak masuk akal jika bisa berangkat dengan data seperti itu,” tambahnya.
Dalam kondisi penuh harap, kedua orang tua tersebut memohon bantuan kepada pemerintah dan pihak terkait agar dapat segera memulangkan anak mereka.
“Kami mohon kepada pihak terkait, terutama kepada Bapak Bupati Bandung, agar bisa membantu kepulangan anak kami secepatnya.
Kami hanya ingin anak kami kembali dengan selamat,” tuturnya.” Dengan Nada Sedini.









