Banyuwangi, 5 Maret 2026 – Muhammad Amin, seorang jurnalis, telah mengeluarkan pernyataan permohonan maaf terkait video viral yang menimbulkan kegaduhan, yang diunggah di akun TikTok @mohammad.amin2535. Ia meminta maaf kepada media, aktivis, dan Kapolresta Banyuwangi atas situasi yang menciptakan ketegangan di masyarakat.
Menurut informasi yang beredar, video tersebut menunjukkan Amin beraksi secara spontan di sebuah acara tanpa berkoordinasi dengan panitia. Dalam video itu, ia tampak mengungkapkan keinginan untuk berinteraksi dengan Kapolresta Banyuwangi, namun cara penyampaian yang terburu-buru itu mengundang reaksi beragam dari berbagai pihak. Banyak warga dan aktivis yang merasa video tersebut menciptakan suasana gaduh dan tidak sesuai dengan etika komunikasi.
Amin mengakui bahwa tindakannya telah menimbulkan kebingungan dan rasa tidak nyaman, baik di kalangan media maupun masyarakat. Ia juga menyadari bahwa ketidakpahaman tentang konteks acara yang ia hadiri dapat menyebabkan kesalahpahaman, yang pada gilirannya berkontribusi pada viralitas video ini.
“Dari situasi ini, saya belajar tentang pentingnya komunikasi yang baik dan koordinasi sebelum bertindak,” ungkap Amin dalam pernyataannya. Ia melanjutkan bahwa video itu bukan niatan untuk menarik perhatian atau menciptakan masalah, tetapi merupakan tindakan yang berdasarkan rasa kepedulian untuk menjalin hubungan dengan pihak kepolisian.
Lebih lanjut, Amin menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan-rekan media dan aktivis yang telah mendukungnya serta memberi kritik konstruktif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan saling menghargai antarprofesi, terutama dalam situasi yang sensitif.
Di penghujung pernyataan, Amin berharap situasi dapat kembali kondusif, khususnya menjelang bulan suci Ramadan, yang dianggap sebagai waktu untuk saling memaafkan, saling memahami, dan bersinergi. Ia bertekad untuk bertindak lebih bijaksana di masa depan agar tidak mengulangi kesalahan serupa.
Spri









