Jayapura,globalinvestigasinews.com – Ketua LSM WGAB Papua (Aktivis) Yerri Basri Mak, SH.,MH dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026) menyayangkan banyaknya postingan negatif yang ia temui di platform media facebooknya, mulai dari fitnahan, hinaan terhadap sesama pengguna serta ejekan terhadap figur pejabat maupun institusi negara.
Bagi Yerri, di negara yang menjunjung Nilai-nilai demokrasi seperti Indonesia, sangat wajar menyampaikan aspirasi berupa kritik dan saran meski lewat media sosial, tetapi cara berekspresi harus penuh adab dan tidak mendahulukan emosi pribadi untuk menjatuhkan atau mendiskreditkan seseorang, juga individu yang diberi kewenangan jabatan pada suatu institusi negara, sebab ada kwensekuensi hukum setelahnya bila yang bersangkutan merasa dirugikan.
” Ada banyak sekali postingan di facebook yang saya lihat, ada yang gemar mengkritik pemerintah juga TNI/Polri karena kebijakannya, adapula yang memberi saran dan masukan, it is good. Namun satu hal yang tidak saya sukai adalah komentar serta tayangan status yang orientasinya kita sudah tahu, bermaksud menyinggung dan menjelekan, baik person maupun lembaga. Marilah kita lebih dewasa dalam berprilaku, dalam berinteraksi. Gunakanlah media sosial sebagai alat komunikasi visual yang baik dan tinggalkanlah semua perilaku tidak terpuji itu agar hidup kita lebih damai dan sehat,” imbuhnya
Yerri berharap, masyarakat baik tua maupun muda yang aktif bermain facebook maupun platform media lainnya agar tidak lekas terbawa arus komunikasi yang menyimpang yang dapat merugikan dirinya sendiri. Sebab dalam banyak fakta, kerap gambar dan tulisan sengaja diposting terlihat di status, tujuannya untuk diperlihatkan ke publik biar diketahui tetapi juga dapat menjadi batu sandungan bagi yang bersangkutan dan merusak martabatnya. Hal ini jelas tindakan yang tidak mencerminkan kedewasaan dan profesionalitas kita. Bukankah ini gambaran diri kita yang tanpa sadar kita permalukan sendiri, ?! Maka dalam hal ini perlu perhatian bersama agar hidup bisa diterpah menjadi lebih baik lagi.
Nando









