
GLOBAL INVESTIGASI NEWS, Banten, 20 April 2026 — Kepemimpinan wasit dalam pertandingan antara Dewa United FC melawan Persib Bandung pada pekan ke-28 Liga 1 Indonesia menjadi sorotan tajam publik. Laga yang berakhir imbang 2-2 tersebut dinilai menyisakan sejumlah keputusan kontroversial yang memicu polemik luas.
Wasit utama dalam pertandingan tersebut, Yoko Supriyanto, menjadi perhatian setelah mengesahkan dua gol Dewa United yang diprotes keras oleh kubu Persib Bandung. Pada gol pertama, sejumlah pihak menilai bola telah melewati garis lapangan sebelum proses umpan terjadi. Sementara itu, gol kedua diperdebatkan karena adanya dugaan pelanggaran berupa handball atau kemungkinan posisi offside dalam proses terciptanya gol.
Hasil pertandingan ini berdampak langsung terhadap posisi kedua tim di klasemen, sekaligus memicu kekecewaan dari pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. Ia menilai kepemimpinan wasit dalam laga tersebut tidak berjalan optimal dan merugikan timnya.
Reaksi juga bermunculan dari suporter dan warganet di berbagai platform media sosial, termasuk Instagram dan Facebook, yang mempertanyakan keabsahan gol-gol tersebut serta konsistensi penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR).
Sejumlah pengamat sepak bola nasional mendorong agar operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru, bersama komite wasit melakukan evaluasi menyeluruh terhadap insiden tersebut. Transparansi dan akuntabilitas dinilai penting guna menjaga integritas kompetisi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara liga maupun komite wasit terkait kontroversi yang terjadi. Publik pun menantikan langkah tegas dan klarifikasi guna memastikan keadilan dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional.
Wasit yang memimpin laga kontroversial Dewa United vs Persib Bandung (2-2) pada 20 April 2026 adalah Yoko Supriyanto. Ia menjadi sorotan karena mengesahkan dua gol Dewa United yang diprotes Persib, termasuk gol yang dinilai bola sudah keluar
- Wasit Utama: Yoko Supriyanto.
- Kontroversi: Gol pertama dinilai bola sudah meninggalkan garis lapangan, dan gol kedua diprotes karena potensi handball atau offside sebelum gol terjadi.
- Dampak: Hasil imbang 2-2 di pekan ke-28 BRI Super League membuat pelatih Persib, Bojan Hodak, kecewa berat dengan kepemimpinan wasit.
Keputusan ini memicu perdebatan di media sosial dan Instagram @republikbobotohcom serta Facebook mengenai keabsahan gol tersebut.
Sumber: Facebook/Photo: Istimewa
Catatan Redaksi: Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk membersihkan sepak bola Indonesia dari wasit “kotor” dengan ancaman tindakan tegas, sanksi berat, hingga hukuman penjara jika terbukti bermain uang atau tidak sportif.
PSSI di bawah kepemimpinannya berupaya meningkatkan kesejahteraan wasit (termasuk BPJS) untuk mencegah intervensi. Berikut adalah poin-poin utama pernyataan Erick Thohir terkait wasit
Ancaman Penjara & Tindakan Tegas
Erick menegaskan jika wasit terbukti melakukan praktik kotor (mafia bola), ia tidak segan membawa kasus ini ke ranah hukum. “Salah kita hukum, main uang kita tangkap,” ujarnya.
Peningkatan Kesejahteraan Wasit: PSSI sudah memberikan pendanaan yang baik dan jaminan sosial (BPJS) kepada wasit agar mereka fokus memimpin laga dengan jujur dan tidak mudah terintervensi.
Investigasi & Satgas Mafia Bola: Ia menekankan adanya komite wasit yang meninjau kinerja per minggu dan akan menindaklanjuti dengan serius melalui Satgas Antimafia Bola jika ada laporan bukti kecurangan.
Respons Terhadap Kontroversi: Meski menyadari wasit adalah manusia, Erick tidak akan tinggal diam terhadap keputusan kontroversial yang merugikan, seperti yang terjadi pada laga-laga Liga Indonesia dan timnas, di mana ia berani melayangkan protes. Secara konsisten, Erick Thohir menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah mewujudkan sepak bola yang bersih dan profesional di Indonesia.
Sumbet: google









