Hadapi Perubahan Iklim
Komitmen terhadap isu lingkungan kembali ditegaskan oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna (Kang DS), melalui kunjungannya ke Kebun Raya Mangrove Surabaya pada Kamis, 12 Februari 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kampanye perubahan iklim sekaligus momentum berbagi gagasan dan praktik baik dalam menghadapi tantangan pemanasan global.
Menurut Kang DS, kawasan mangrove di Surabaya merupakan ikon kota yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yang sangat vital.
Ia menilai, pengelolaan mangrove di Surabaya dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
“Saat ini kami dari AKKOPSI sedang membahas untuk mencari solusi perubahan iklim,” ujar Kang DS, Selasa (17/2/2026).
Sebagai Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi Indonesia (AKKOPSI), Kang DS menegaskan bahwa kawasan mangrove memiliki peran strategis sebagai paru-paru kota. Selain menghasilkan oksigen, hutan mangrove juga dikenal mampu menyerap karbon dalam jumlah besar.
Kemampuan tersebut menjadikan mangrove sebagai salah satu solusi alami untuk menekan laju pemanasan global serta mengurangi dampak perubahan iklim.
Ia menambahkan, upaya penanganan perubahan iklim tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor dengan pendekatan pentahelix, yakni melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
“Insya Allah, dalam penelitian, penjajakan, hingga realisasi solusi penanganan perubahan iklim akan diselesaikan secara pentahelix kolaboratif, sehingga menghasilkan iklim yang tetap stabil,” tambahnya.
Kang DS juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya atas pengelolaan kawasan mangrove yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kualitas udara dan keseimbangan ekosistem.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat direplikasi oleh daerah lain, termasuk Kabupaten Bandung, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga bumi untuk generasi mendatang.
Langkah ini menjadi pengingat bahwa menghadapi perubahan iklim membutuhkan keseriusan, inovasi, serta kolaborasi berkelanjutan.
Praktik baik seperti yang ditunjukkan Surabaya membuktikan bahwa solusi lingkungan dapat diwujudkan melalui komitmen nyata dan kerja bersama.









