BANYUWANGI, 1 Maret 2026 – Keluarga besar Info Warga Banyuwangi (IWB) menggelar acara buka puasa bersama, serta berbagi bingkisan kepada masyarakat sekitar untuk menyambut dan merayakan lebaran dalam beberapa minggu ke depan. Kegiatan berlangsung di Kantor IWB yang beralamat di Dusun Polean, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini dihadiri oleh para aktivis, insan media, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan (Ormas), pemerintah desa setempat, serta tokoh agama dan masyarakat. Acara ini tidak hanya sekadar ajang silaturahmi Ramadhan, tetapi juga sebagai bentuk kolaborasi antar lembaga, Ormas, dan media untuk memperkuat gerakan bersama sebagai kontrol sosial publik yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Perwakilan humas IWB menyampaikan bahwa peran kontrol sosial harus bijak dalam menyikapi informasi miring yang beredar di Banyuwangi agar tidak merugikan publik. “IWB hadir sebagai ruang klarifikasi, ruang aduan masyarakat, dan ruang edukasi publik. Kami ingin membangun ekosistem informasi yang sehat, profesional, serta bertanggung jawab,” tegas perwakilan humas IWB.
Para aktivis yang hadir menekankan pentingnya sinergi antara komunitas warga dan media dalam mengawal kebijakan publik, memastikan transparansi, serta mendorong akuntabilitas di berbagai sektor—mulai dari pelayanan publik hingga isu-isu sosial kemasyarakatan.
Suasana akrab tampak sejak awal acara. Selain berbuka puasa bersama, panitia juga membagikan parsel kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Ketua IWB, Abi Arbain, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen IWB untuk terus hadir di tengah masyarakat dan membangun sinergi dengan berbagai elemen sosial. “Buka bersama ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kebersamaan dan kepedulian nyata. Semoga parsel yang dibagikan dapat bermanfaat bagi warga,” ujarnya.
Dengan Banyuwangi yang terus berkembang dalam sektor pariwisata, investasi, dan pembangunan infrastruktur, perkembangan tersebut memerlukan pengawasan sosial yang konstruktif. Kegiatan buka bersama IWB ini menegaskan bahwa kontrol sosial bukanlah bentuk oposisi, melainkan bagian dari partisipasi demokratis.
Diskusi informal yang mengiringi kegiatan tersebut membahas isu-isu aktual daerah, termasuk pentingnya literasi digital, perlindungan hukum bagi jurnalis dan aktivis, serta penguatan jejaring komunikasi antar lembaga.
IWB berkomitmen untuk menjaga prinsip verifikasi, keberimbangan, dan etika komunikasi publik. Dalam era di mana opini dapat dengan mudah viral tanpa dasar fakta, keberadaan komunitas yang mengedepankan klarifikasi dan validasi menjadi kebutuhan mendesak.
M. Yunus Harimau Blambangan menilai kegiatan ini sebagai contoh nyata solidaritas sosial di Banyuwangi, sementara perwakilan dari Macan Asia, Slamet, mengapresiasi langkah IWB untuk menyatukan elemen masyarakat dalam kegiatan sosial yang positif. “Kami berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut,” ucap M. Yunus.
Kegiatan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara komunitas, aktivis, dan media di Banyuwangi harus dibangun di atas nilai profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab moral kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, IWB berharap tercipta komunikasi yang lebih solid, terbuka, dan produktif di antara semua elemen masyarakat.
Supri









