Hujan Deras Picu Longsor di Pasirjambu, Dua Rumah Warga Rusak Tertimbun Material Tebing.
Pasirjambu — Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Bandung sejak siang hingga malam hari pada Minggu (22/2/2026) mengakibatkan terjadinya longsor yang merusak dua rumah warga di Kampung Tonggoh Gudang, RT 02 RW 07, Desa Margamulya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Tebing setinggi kurang lebih 6 meter dengan panjang sekitar 10 meter dilaporkan ambrol setelah Tembok Penahan Tebing (TPT) tidak mampu menahan tekanan tanah yang jenuh akibat curah hujan tinggi.
Material longsoran berupa tanah dan bebatuan kemudian meluncur dan menghantam dua rumah yang berada tepat di bawah tebing.
Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Wahyudin (56) dan N. Sunarya (61). Akibat kejadian tersebut, bagian dinding serta sejumlah struktur bangunan mengalami kerusakan cukup parah.
Beruntung tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Para penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum material longsor menerjang bangunan.
Meski demikian, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 40 juta.
Kepala Desa Margamulya, Dede Odih, menyampaikan bahwa pihaknya bersama aparat setempat telah melakukan evakuasi awal dan pendataan terhadap warga terdampak.
Pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan serta mengupayakan bantuan perbaikan rumah.
“Kami sudah melakukan pendataan dan memastikan kondisi warga terdampak. Kami berharap ada bantuan untuk perbaikan rumah serta penanganan infrastruktur penahan tebing agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Hingga Senin pagi, warga bersama aparat masih melakukan pembersihan material longsor secara gotong royong. Pemerintah desa mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah perbukitan dan sekitar tebing, untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.
Potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan menjadi perhatian serius, mengingat sejumlah wilayah di selatan Kabupaten Bandung tergolong rawan pergerakan tanah saat curah hujan tinggi.









