BANDUNG – Reses Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hadiat, S.Pd.I, di GOR Desa Sugihmukti, Rabu (25/2/2026), berubah menjadi panggung konsolidasi besar kekuatan partai di tingkat bawah.
Tak sekadar menyerap aspirasi warga, forum ini ditegaskan sebagai momentum strategis memperkuat solidaritas mesin partai hingga akar rumput.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sugihmukti H. Ruswan Bukhori, tokoh masyarakat, puluhan warga, serta jajaran pengurus PKB setempat.
Yang menarik, kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal.
Kehadirannya memperlihatkan sinergi kuat antara struktur pusat dan daerah dalam menjaga ritme perjuangan politik partai.
Dalam arahannya, Cucun menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal lima tahunan.
“Ini momentum penguatan solidaritas mesin partai di tingkat akar rumput. Kader PKB bukan kader lima tahunan. Kita hadir setiap saat, bekerja nyata untuk masyarakat,” tegasnya.
Ia memaparkan kekuatan riil partai di Jawa Barat, dengan 28.000 kader di Kabupaten Bandung dan sekitar 7.540 kader di Bandung Barat.
Angka tersebut, menurutnya, bukan hanya statistik, melainkan energi sosial yang harus terus dirawat dan digerakkan untuk kepentingan rakyat.
Cucun juga mencontohkan respons cepat partai terhadap laporan pekerja migran di Korea Selatan yang langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor. Baginya, keberpihakan tidak mengenal batas wilayah.
“Sampaikan kepada masyarakat bahwa kita akan terus hadir. Bukan hanya legislatif dan eksekutifnya, tetapi seluruh kader terbaik PKB akan berkhidmat,” ujarnya.
“Fokus pada Layanan Nyata.
Sementara itu, Hadiat menegaskan bahwa reses menjadi sarana konkret memperjuangkan kebutuhan warga, terutama di sektor kesehatan dan infrastruktur dasar.
Ia menyoroti peran Paksi (Pasukan PKB) yang aktif melakukan pendampingan sosial, termasuk membantu ibu-ibu yang hendak melahirkan hingga pengurusan administrasi layanan kesehatan.
“PKB membantu bukan hanya secara finansial, tetapi hadir mendampingi prosesnya. Ibu-ibu yang hendak melahirkan, kami dampingi penuh agar mendapatkan pelayanan terbaik,” kata Hadiat.
Tak hanya itu, kader PKB juga disebut aktif mengupayakan relokasi warga dari kawasan tidak layak atau rawan bencana ke hunian yang lebih aman melalui koordinasi intensif dengan pihak terkait.
“Konsolidasi 35 Ribu Kader.
Menjelang agenda politik mendatang, PKB Kabupaten Bandung memperkuat
Konsolidasi internal. Targetnya, silaturahmi akbar yang melibatkan sekitar 35.000 kader dan pejuang partai dapat terlaksana sebagai simbol soliditas dan kesiapan menghadapi dinamika politik ke depan.
Melalui reses ini, PKB ingin menegaskan bahwa kehadiran partai tidak berhenti pada momentum elektoral.Di tingkat akar rumput, kerja-kerja pendampingan dan advokasi disebut menjadi wajah utama perjuangan politik yang berkelanjutan.









