REMBANG || Global Investigasi News.Com. Menjelang Perayaan Hari Raya Idul Fitri dan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, maka Pemerintah Kabupaten Rembang dalam hal ini Dinas Pertanian dan Pangan menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Tani di halaman Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang.
Pelaksanaan kegiatan ini sebagai upaya dan langkah mitigasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang hari raya Idul Fitri.
Dan kegiatan ini juga turut dipantau langsung oleh Gubernur Jawa Tengah melalui konferensi video guna memastikan distribusi pangan murah berjalan merata di seluruh wilayah Kabupaten masing-masing.
Agus Iwan Haswanto selaku Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang menyatakan ” bahwa agenda dan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi masif antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dan Kami membantu menyalurkan kebutuhan bahan pokok langsung kepada masyarakat. Ini merupakan kerja sama dengan Bulog, para petani, peternak, BPP, hingga KTNA. Tujuannya jelas, untuk meringankan beban belanja masyarakat di tengah potensi kenaikan harga,” ungkap Agus.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga yang ditawarkan dalam GPM ini berada signifikan di bawah harga pasar umum. Berikut adalah rincian harga komoditas utama yang tersedia:
1.Beras Rp58.000 / 5 kg
2.Telur Ayam Rp27.000 /kg
3.Bawang Merah Rp36.000 / kg
4.Bawang Putih Rp26.000 / kg
5.Minyak Goreng Rp14.000 / liter
6.Cabai Merah Keriting Rp20.000 / kg
7.Gula Pasir Rp16.000 / kg
Guna memastikan pemerataan dan menjaga ketertiban di tengah antusiasme warga yang telah mengantri dari sejak pukul 07.00 WIB, panitia menerapkan sistem pembelian berbasis KTP. Adapun ketentuan pembatasan beras maksimal 10 kg (2 kantong @5 kg) per KTP, minyak goreng maksimal 2 liter per KTP, bumbu dapur (Bawang & Cabai) maksimal 0,5 kg per komoditas.
Agus Iwan juga menyampaikan ” bahwa pihaknya mengolaborasikan produk unggulan lokal dengan kegiatan yang didanai APBD ini agar masyarakat mendapatkan kualitas terbaik dengan harga subsidi.
Dan juga Dinas Pertanian dan Pangan memprediksi adanya kenaikan harga pangan di pasar umum sebesar 10% hingga 15% mendekati lebaran. Menanggapi hal tersebut, pemerintah berencana meningkatkan frekuensi Pasar Tani pada minggu-minggu mendatang. “Kami sangat bersyukur melihat manfaat yang dirasakan masyarakat. Kami akan terus melakukan evaluasi dan berharap dukungan anggaran tetap berlanjut agar kegiatan ini dapat diselenggarakan secara rutin sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah,” pungkas Agus. ( Istanta Rembang ).









