SUMUT-Serdang Bedagai Globalinvestigasi news.com
SOP perawatan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) adalah aturan, prosedur, dan langkah-langkah baku yang harus diikuti dalam melakukan perawatan aset atau fasilitas yang dimiliki oleh BUMN. Tujuannya adalah untuk menjaga konsistensi, efisiensi, dan kualitas perawatan, serta memastikan bahwa aset pada tanaman tersebut berfungsi optimal dan tahan lama. SOP perawatan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan dan evaluasi perawatan.
Terkait dengan SOP perawatan tanaman BUMN tersebut,awak media Online GLOBALINVESTIGASI NEWS telah mendapati sebagian tanaman Kelapa Sawit yang di duga di serang HAMA dan Mati di Perkebunan Rambutan (PTPN IV Regional I) di Wilayah Serdang Bedagai Provinsi Sumut,tepatnya di AFD 1 Perkebunan Rambutan yang di duga kurang perawatan sehingga banyak tanaman yang tidak maksimal dan mati.Dengan begitu tentunya menjadi pertanyaan bagi masyarakat yang terlibat Sosial Kontrol atau Pemerhati. Karna Anggaran Perawatan untuk Tanaman tersebut tentunya sangatlah besar.Senin 30/3/2026.
Terkait dengan Tanaman tanaman Kelapa Sawit yang Mati di duga diserang Hama dan di duga kurangnya proses perawatan tersebut,awak media Globalinvestigasi News mengompirmasi Asisten AFD 1 tersebut pada Senin 30/3/2026 sekitar pukul 15.58 WIB melalui Whatsap miliknya .Asisten AFD 1 tersebutpun menjawab dengan kata “Sudah dibuat permintaan pokok sisipan nya pak.”jawabnya.
Tanggapan Asisten AFD 1 tersebut tentunya menjadi pertanyaan,mengapa Tanaman sudah lama mati baru sekarang baru memohon untuk penyisipan.Hal itu tentu menjadi kuat dugaan kalau pihak pihak yang terkait dengan tanaman tanaman Kelapa Sawit tersebut di AFD 1 itu kurang berkoordinasi dengan Menagemen Atasan sehinggah menimbulkan kerugian.
Untuk itu Tim pemerhati mendorong kepada pihak pihak terkait,khususnya dalam menindak lanjuti dan memberi Sanksi kepada pihak AFD 1 tersebut. Agar mendapat epek jerah.
Dengan demikian, pengawas BUMN yang memiliki peran penting dalam memastikan pengelolaan BUMN yang sehat, transparan, dan akuntabel, sehingga dapat berkontribusi positif bagi perekonomian Negara. Harus bertindak tegas untuk hal-hal yang semacam ini.
Tim juga mendorong kepada Komisaris, Manager, pihak Holding dan Regional head yang mencakup BUMN untuk menyikapi permasalan yang terkait dengan perawatan tanaman tanaman ini, dan menindak semua oknum yang terkait di dalamnya, agar masyarakat lebih konsisten untuk membatu pemerintah dalam sistem Sosial kontrol……Bersambung.
(Tim).









