KABUPATEN BANDUNG – Safari Ramadhan dan Tarawih Keliling (Tarling) hari ke-6 Bupati Bandung menjadi sorotan publik, bukan sekadar agenda rutin keagamaan, tetapi momentum penguatan kolaborasi lintas lembaga untuk percepatan pengentasan rumah tidak layak huni (Rutilahu).
Kegiatan yang digelar di Masjid Al Hidayah Sutam, Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay ini terasa istimewa dengan kehadiran Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Kapolresta Bandung Aldi Subartono. Turut hadir jajaran DPRD, Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, serta ratusan warga yang memadati area masjid sejak sore hari.
Tak hanya melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah, kegiatan juga dirangkaikan dengan santunan anak yatim yang didukung Baznas Kabupaten Bandung. Suasana religius Ramadhan berpadu dengan dialog pembangunan yang konkret, menjadikan Tarling kali ini lebih dari sekadar ibadah rutin.
Dalam sambutannya, Cucun menegaskan pentingnya pemimpin hadir langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, kebijakan yang tepat lahir dari pemahaman kondisi riil di lapangan. Ia menyoroti program Rutilahu sebagai prioritas bersama yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Hingga saat ini, lebih dari 4.800 unit rumah di Kabupaten Bandung telah dibantu melalui skema Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), termasuk kolaborasi bersama Polda Jabar melalui Polresta Bandung. .
Ia menekankan, jangan sampai masih ada rumah tidak layak huni berdiri di tengah lingkungan yang sudah tertata baik.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna (Kang DS) memaparkan capaian signifikan pemerintah daerah. Sejak menjabat, sebanyak 29.327 unit rumah telah direhabilitasi.
Program Rutilahu, tegasnya, bukan hanya pembangunan fisik, tetapi investasi sosial untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Ini adalah kerja kolaboratif. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan DPR RI, aparat keamanan, dan
masyarakat menjadi kunci percepatan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Safari Ramadhan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan bantuan simbolis. Kehadiran para pemimpin lintas lembaga ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat, sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan inklusif membutuhkankehadiran nyata, bukan sekadar kebijakan di atas kertas.
Momentum Tarling hari ke-6 ini pun menjadi cerminan bagaimana agenda keagamaan dapat bertransformasi menjadi ruang strategis konsolidasi pembangunan yang berdampak langsung bagi rakyat.Tutup Kang DS.”









