LEBAK,Global investigasi News .
Kondisi infrastruktur di wilayah selatan Kabupaten Lebak kembali menjadi sorotan. Warga dan pengguna jalan di Kecamatan Cibeber mengeluhkan kerusakan parah yang terjadi pada ruas jalan penghubung Warung Banten menuju Citorek.
Jalan yang menjadi akses utama bagi masyarakat dan wisatawan ini kini dipenuhi lubang besar dan bebatuan lepas yang membahayakan keselamatan.
Kerusakan yang terjadi di jalur ini dinilai sudah sangat memprihatinkan.
Selain permukaan aspal yang sudah banyak menghilang, kerikil tajam dan bebatuan yang berserakan membuat kendaraan,baik roda dua maupun roda empat sulit melintas dengan aman. Keluhan ini semakin memuncak terutama saat musim penghujan, di mana lubang-lubang jalan tertutup air dan permukaan menjadi sangat licin.
Rahmat Sutisna, salah seorang pengguna jalan yang sering melintasi rute tersebut, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kondisi infrastruktur yang seolah dibiarkan tanpa perbaikan permanen
“Perjalanan kami sangat terganggu. Kami harus ekstra hati-hati karena jalan dipenuhi lubang dan kerikil. Selain merusak kendaraan, kondisi ini juga mengancam keselamatan, apalagi jalur ini cukup vital untuk aktivitas ekonomi warga,” ujar Rahmat kepada awak media.
Ruas jalan Warung Banten – Citorek bukan sekadar jalan antar-desa, melainkan jalur strategis yang menghubungkan masyarakat ke pusat pelayanan publik, pasar, dan sekolah.
Selain itu, jalur ini merupakan akses penting menuju objek wisata populer “Negeri di Atas Awan” Gunung Luhur. Kerusakan jalan ini dikhawatirkan akan menurunkan minat wisatawan yang hendak berkunjung ke Citorek, yang pada akhirnya berdampak negatif pada pendapatan ekonomi lokal.
Warga mendesak pemerintah daerah maupun provinsi segera mengambil langkah nyata, mengingat jalur ini sering kali terdampak bencana longsor yang memperparah kerusakan struktur jalan di wilayah perbukitan Cibeber tersebut.
(SAHRAN).









