Jati Baru Mudo — Seorang warga Desa Jati Baru Mudo melaporkan kerusakan instalasi listrik rumahnya kepada pemerintah desa setelah insiden yang diduga melibatkan kendaraan milik perusahaan PT WN. Hingga hampir dua pekan sejak laporan disampaikan, warga mengaku belum menerima kejelasan maupun tindak lanjut.
Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari sekitar pukul 21.30 WIB saat hujan lebat. Menurut keterangan warga, kendaraan perusahaan melaju dengan kecepatan tinggi dan diduga menyebabkan kerusakan pada amper listrik, lima unit lampu pecah, serta satu unit televisi terbakar.
“Mobil itu melaju kencang di tengah hujan. Kami sempat mengejar hingga akhirnya berhenti cukup jauh dari lokasi,” ujar Tatang, pemilik rumah, saat dikonfirmasi.
Tatang menyebutkan bahwa sopir kendaraan sempat tidak mengakui kejadian tersebut. Namun, ia menjanjikan akan datang ke rumah keesokan harinya untuk menyelesaikan persoalan.
Benar saja, keesokan harinya sejumlah perwakilan perusahaan yang terdiri dari bagian humas dan keamanan mendatangi rumah korban. Mereka menyatakan niat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Namun, hingga kini belum ada realisasi tanggung jawab berupa ganti rugi atas kerusakan yang dialami.
Merasa tidak mendapat kepastian, Tatang kemudian berkoordinasi dengan rekan media dan melaporkan kejadian tersebut ke kantor desa. Laporan disampaikan langsung kepada kepala desa setempat, Wardi.
“Sudah hampir dua minggu kami menunggu, tapi belum ada kejelasan. Seolah laporan kami diabaikan,” kata Tatang.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Jati Baru Mudo, Wardi, disebut menyampaikan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan petugas PLN terkait kerusakan instalasi listrik tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lanjutan dari pihak desa.
Warga mempertanyakan lamanya proses koordinasi tersebut. “Katanya mau hubungi petugas PLN, tapi sampai sekarang belum ada kabar. Ini yang membuat kami bingung,” tambah Tatang.
Kasus ini menimbulkan harapan agar pihak terkait, baik perusahaan maupun pemerintah desa, segera memberikan kepastian dan penyelesaian yang adil bagi warga terdampak. ***
Narendra









