KENDAL– GLOBALNESTIGASI GINEWS Empat calon jemaah haji asal Kabupaten Kendal terpaksa batal melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci setelah dinyatakan tidak memenuhi syarat istitaah kesehatan saat menjalani pemeriksaan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Kondisi kesehatan menjadi alasan utama pemulangan mereka dari kelompok terbang (kloter) keberangkatan tahun ini.
Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari menjelaskan, berdasarkan data sementara dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kendal per 27 April 2026 pukul 16.00 WIB, dua jemaah dari Kloter 19 dipulangkan. Diantaranya Susmadya warga Limbangan, dipulangkan karena sakit. Ia didampingi istrinya, Suhartinah, yang juga ikut dipulangkan karena berstatus pendamping.
Kemudian satu jemaah lainnya dari kloter yang sama, Martinah Sumaryono, saat ini masih menjalani perawatan di RSU dr. Moewardi Solo untuk menjalani transfusi darah akibat kadar hemoglobin (HB) yang masih rendah, yakni 9.
“Jika kondisi kesehatannya telah stabil, yang bersangkutan direncanakan akan diberangkatkan pada kloter berikutnya,” katanya saat dihubungi, Selasa 28 April 2026.
Selain itu, dua jemaah dari Kloter 20 juga dipulangkan karena alasan kesehatan. Keduanya diketahui mengalami demensia, yakni Tumiran Susjupri, warga Desa Juwiring, Kecamatan Cepiring, serta Wasti Sutarno, warga Desa Payung, Kecamatan Weleri.
“Data ini masih bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan kondisi kesehatan para jemaah,” sambungnya.
Petugas KBIH Makkah Madinah, Muhammad Zaki Nursekha menjelaskan, salah satu calon jemaah haji yang dipulangkan atas nama Wasti Sutarno dinyatakan mengalami dimensia saat pemerikasaan di embarkasi Solo.
“Tes kesehatan terakhir mungkin beliau kecapekan atau apa jadi mempengaruhi hasil kesehatan,” terangnya.
Zaki menambahkan, Wasti yang berusia 72 tahun masuk dalam kloter 20 tersebut terpaksa harus mengubur mimpi yang sudah di depan mata itu lantaran alasan kesehatan.
“Pelepasan jam 4 pagi, sampai sana mungkin kecapekan. Mungkin itu bisa berpengaruh juga,” sambungnya.
Sementara itu, putra Wasti, Eko, berharap ibunya dapat kembali diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji pada tahun depan.
“Ibu saya berangkat bersama istri. Namun ibu yang gagal berangkat, sementara istri saya tetap berangkat. Katanya ibu saya kemungkinan bisa berangkat tahun depan. Semoga tahun depan diberikan kesehatan,” harapnya.









