DUA DUGAAN SERIUS DI SMAN 2 RAMBANG DANGKU: PUNGLI BERKEDOK SUMBANGAN HINGGA INDIKASI PENYIMPANGAN DANA BOS
Muara Enim, 28 April 2026 – Global Investigasi News
Dugaan praktik pungutan liar (pungli) mencuat di lingkungan SMAN 2 Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Informasi ini dihimpun dari narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kepada awak media, narasumber mengungkapkan bahwa pihak sekolah diduga melakukan pungutan kepada siswa-siswi sebesar Rp100.000 per bulan. Namun, hingga saat ini, tujuan penggunaan dana tersebut tidak dijelaskan secara transparan kepada orang tua maupun siswa.
“Setiap bulan kami diminta bayar Rp100.000. Kami tidak tahu untuk apa uang itu digunakan,” ungkap narasumber.
Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa siswa yang telah melakukan pembayaran akan diberikan kuitansi sebagai bukti setor. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait legalitas dan dasar pungutan tersebut.
Jika dihitung dari jumlah keseluruhan siswa, total dana yang terkumpul setiap bulannya diduga mencapai angka yang cukup besar. Apalagi pungutan ini disebut berlangsung rutin setiap bulan.
Narasumber juga menyebutkan bahwa kebijakan pungutan tersebut diduga merupakan instruksi langsung dari kepala sekolah.
Jika mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk Permendikbud terkait pengelolaan dana pendidikan, praktik pungutan di sekolah negeri tanpa dasar yang jelas berpotensi melanggar aturan.
Selain dugaan pungli, muncul pula indikasi adanya ketidakwajaran dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hal ini semakin memperkuat desakan agar dilakukan audit menyeluruh.
Sebagai bentuk kontrol sosial, Global Investigasi News mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Inspektorat, serta DPRD Komisi Pendidikan untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan audit terhadap pengelolaan keuangan di SMAN 2 Rambang Dangku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah, khususnya kepala sekolah SMAN 2 Rambang Dangku, belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut.
(Bersambung – Tim Investigasi Sumatera Selatan)









