BANGKA TENGAH, 20 April 2026 — Aktivitas peleburan timah skala rumahan diduga berlangsung tanpa izin di wilayah Desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalan Baru. Temuan ini mencuat setelah adanya penelusuran di lapangan yang mengindikasikan keberadaan lima tungku pembakaran yang beroperasi di area tersembunyi.
Lokasi peleburan tersebut berada di balik semak belukar dan pepohonan rimbun, sehingga nyaris tidak terlihat dari akses umum. Di area itu ditemukan gubuk sederhana serta tumpukan karung berisi arang yang diduga digunakan sebagai bahan bakar proses peleburan.
Sejumlah pekerja terlihat berada di sekitar lokasi. Salah satu di antaranya menyebut bahwa aktivitas tersebut “ada yang mengelola”, dan menyebut nama seorang warga berinisial D sebagai pihak yang diduga terlibat. Informasi tersebut diperkuat oleh keterangan warga sekitar yang menyebutkan bahwa inisial D dikenal berkecimpung dalam usaha timah, dan lokasi peleburan tidak jauh dari kediamannya.
Namun, saat tim mendatangi rumah yang bersangkutan, tidak ditemukan aktivitas maupun penghuni di lokasi tersebut. Upaya konfirmasi langsung hingga saat ini masih terus dilakukan.
Berdasarkan temuan di lapangan, operasional lima tungku peleburan ini diduga bukan berskala kecil. Aktivitas tersebut memerlukan pasokan bahan bakar, tenaga kerja, serta sumber energi yang memadai. Bahkan, terdapat dugaan bahwa aliran listrik untuk operasional berasal dari rumah yang disebut-sebut terkait dengan inisial D.
Praktik peleburan timah tanpa izin bukan hanya melanggar ketentuan administratif, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian negara, kerusakan lingkungan, serta pelanggaran hukum lainnya. Aktivitas semacam ini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya yang luas terhadap tata kelola sumber daya alam.
Pemerintah sebelumnya telah menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik ilegal yang merugikan negara. Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya penegakan hukum secara tegas terhadap aktivitas ilegal tanpa pengecualian.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang diduga terlibat belum memberikan keterangan resmi. Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut, termasuk kepada aparat penegak hukum, seperti Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung dan satuan tugas terkait.
Penelusuran juga akan terus dilakukan untuk mengungkap alur distribusi hasil peleburan serta kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik aktivitas tersebut.
(Tim)









