Global Investigasi news
Lampung timur-Lampung
Suasembada pangan dan Energi yang menjadi target utama dalam program pemerintah pusat yang di pimpin bapak Presiden prabowo.
Bermacam bantuan bentuk uang dan Alsintan yang di kucurkan oleh kementerian pertanian (KEMENTAN RI) harapan agar program tersebut bisa berjalan dengan baik serta kauta di setiap provinsi atau kabupaten kota yang ada di penjuru Indonesia dari sabang sampai merauke tidak terkecuali bagi kabupaten Lampung Timur provinsi lampung.
pada tahun 2024.Program tersebut sampai dan anggaran pun turun ke petani yang memiliki lahan oplah dengan kata lain lahan yg baru di jadikan sawah dan mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat dengan APBN.
Agar membantu program pusat mencapai suasembada pangan dan energi.
seperti kabupaten Lampung Timur ini bisa di katakan menopang program pemerintah pusat berdasarkan lahan sawah sangat amat luas bisa mencapai puluhan ribu hektar sawah aktip yang memenuhi target kauta bagi provinsi lampung.
untuk kabupaten Lampung Timur saja lahan sawah sangat amat luas kita lihat ada beberapa wilayah desa.
1.Kec jabung/Desa Tanjung sari.
2.Kec jabung/Desa blimbing sari.
3.kec jabung/Desa Mumbang jaya.
saat Awak media Global investigasi new Menelusuri petani yang mendapat kan dana oplah sekecamatan jabung. Untuk melihat apakah program tersebut sampai dan di terima petani yang memiliki lahan sawah oplah di Lampung Timur.
ternyata pakta di kecamatan jabung yang tidak sesuai dengan harapan para petani yang memiliki lahan sawah oplah tidak sedikit buang mengeluh dan menjerit anggaran yang di Terima petani tersebut hilang setengah dari nilai yang di bantu pemerintah pusat sebesar Rp. 900.000 (Sembilan ratusan ribu rupiah)
seperti contoh ada beberapa petani sawah oplah di desa Tanjung sari kec jabung.
1……………..Yang menerima dana sebesar Rp. 600.000(Enam ratus ribu rupiah)
2.Desa Tanjung sari petani memiliki lahan sawah oplah hanya menerima sebesar Rp 600.000(enam ratus ribu rupiah)
3.Desa blimbing sari dan desa Mumbang jaya sebesar Rp 600.000(Enam ratus ribu rupiah) belum desa yang lainnya.
Hasil dari investigasi media global investigasi New di lapangan dugaan kami ini ada komporasi dengan dinas pertanian yang di dasari bantuan tersebut rata-rata petani menerima bantuan sersebut rata-rata petani menerima Anggaran tersebut sama nilainya.
seperti ada salah satu ketua gapoktan di desa Tanjung sari yang meminta agar untuk di sembunyikan identitasnya. Saat di konfirmasi oleh awak media global investigasi new Mas terkait lahan oplah tersebut menang kami di arahkan dari dinas untuk di serahkan ke anggota TNI, saat di tanya masalah dana yang di terima petani oplah tersebut yang menyerahkan apakah pihak dari TNI, dia menepis dan mengallihkan pertanyaan kami awak media.
Dalam hal ini harapan petani meminta bupati atau wakil agar bentuk tim baik dari Kepolisian atau jaksa untuk fokus dalam memantau Anggaran APBN jangan sampai terjadi lagi untuk tahun 2026 sampai tahun berikutnya. Hairul Ali









