REMBANG || Global Investigasi News.Com. Pelaksana Harian (Plh) Bupati Rembang, H.M. Hanies Cholil Barro’, menghadiri sekaligus membersamai proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rembang, Senin (6/4/2026).
Kegiatan seleksi ini di ikuti oleh sejumlah peserta dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap tahapan. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan sosok pemimpin birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Ketua P2KPKSDM LPPM UNS, Dr. Atik Catur Budiati, S.Sos., M.A., selaku bagian dari tim seleksi, menegaskan bahwa proses seleksi harus berjalan sesuai prinsip regulasi dan sistem meritokrasi.
“Yang pertama, secara regulasi harus dipastikan bahwa pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi yang sesuai. Artinya, sistem meritokrasi harus terus dikembangkan,” katanya
Ia juga menambahkan pentingnya keselarasan visi antara tim seleksi dan kepala daerah.
“Yang kedua, secara politik, sebagai tim seleksi harus memiliki visi yang sama dengan Bupati agar arah kebijakan pembangunan tetap sejalan,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Gus Hanies menegaskan pentingnya menjalani seluruh tahapan seleksi dengan penuh kesungguhan dan kejujuran.
“Saya mengajak panjenengan semua untuk mengikuti setiap tahapan seleksi ini dengan penuh kesungguhan, kejujuran, dan tanggung jawab. Saya tahu panjenengan semua memiliki semangat luar biasa dan akan menunjukkan kemampuan terbaik demi mengabdikan diri untuk Kabupaten yang kita cintai ini,” katanya.
Gus Hanies juga menekankan bahwa jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah, harus mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa jabatan struktural merupakan ruang pengabdian yang lebih luas untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
“Jabatan bukan sekadar posisi, tetapi ruang untuk berkarya lebih luas, memberi manfaat, dan menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya.
Dengan proses seleksi yang transparan dan akuntabel ini, diharapkan bisa lahir pemimpin-pemimpin birokrasi yang mampu membawa Kabupaten Rembang ke arah yang lebih baik, maju dan sejahtera.
“Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari langkah bersama menuju Rembang yang lebih baik,” pungkasnya. ( Istanta GIN Rembang ).









