Halsel // Global Investigasi News – Kurangnya fasilitas bak sampah di berbagai wilayah menjadi salah satu penyebab utama persoalan sampah yang hingga kini belum terselesaikan secara optimal. Kondisi ini terlihat jelas di sejumlah kampung, termasuk di Desa Mandaong, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Sampah kerap berhamburan di berbagai titik, terutama di area ujung jembatan dari arah Mandaong menuju Labuha, tepatnya di sekitar kompleks Hotel Buana Lipu 3/4/2026.
Permasalahan ini sebenarnya bukan hal baru. Berulang kali telah dilakukan upaya penertiban, salah satunya dengan pemasangan baliho larangan membuang sampah sembarangan oleh Bhabinkamtibmas Desa Mandaong, Aipda Rustam Bajo. Namun, imbauan tersebut tampaknya belum sepenuhnya diindahkan oleh masyarakat. Sampah tetap saja dibuang di lokasi tersebut, sehingga menimbulkan pemandangan yang tidak sedap dan berpotensi mengganggu kesehatan lingkungan.
Jika ditelusuri lebih dalam, akar persoalan ini tidak semata-mata terletak pada rendahnya kesadaran masyarakat. Minimnya ketersediaan bak sampah juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Masyarakat yang ingin membuang sampah sering kali tidak memiliki pilihan lain selain meletakkannya di tempat kosong yang tersedia. Dalam kondisi seperti ini, tentu tidak sepenuhnya adil jika kesalahan hanya dibebankan kepada warga.
Peran instansi terkait, khususnya dinas yang menangani kebersihan dan lingkungan hidup, menjadi sorotan dalam persoalan ini. Sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan sampah, sudah seharusnya mereka memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Kurangnya kedisiplinan dan keseriusan dalam menangani masalah ini justru berujung pada citra negatif pemerintah daerah secara keseluruhan, termasuk pimpinan daerah seperti bupati dan wakil bupati.
Masalah sampah yang berhamburan tidak hanya terjadi di Desa Mandaong, tetapi juga di berbagai kampung lain, terutama di wilayah perkotaan. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan ini bersifat sistemik dan memerlukan penanganan yang lebih terstruktur serta berkelanjutan. Penyediaan bak sampah yang cukup dan penempatan yang strategis harus menjadi prioritas utama agar masyarakat memiliki akses yang mudah dalam membuang sampah.
Di tengah kondisi tersebut, patut diberikan apresiasi kepada Bhabinkamtibmas Desa Mandaong, Aipda Rustam Bajo, bersama para pemuda desa Mandaong yang secara sukarela melakukan kegiatan gotong royong untuk membersihkan sampah di sekitar ujung jembatan kompleks Hotel Buana Lipu. Inisiatif ini mencerminkan kepedulian dan tanggung jawab sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.
Ke depan, diharapkan adanya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan ini secara menyeluruh. Salah satu usulan yang dapat dipertimbangkan adalah pengalokasian anggaran pengelolaan sampah langsung ke masing-masing desa, sehingga penanganannya bisa lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan lokal.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kesadaran dalam membuang sampah pada tempatnya. Meskipun fasilitas masih terbatas, upaya untuk tidak membuang sampah sembarangan harus terus ditingkatkan. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan permasalahan sampah ini dapat teratasi dan lingkungan yang bersih serta sehat dapat terwujud (LM.Tahapary)









